On Sat, 8 Jul 2000, "mBah Soeloyo" wrote:
>soeL:
>koh,
>justru ungkapan sampeyan yang kopi-sistim dan apgred
>sana-sini itu yang merupakan point berlawanan dengan
>pendapat para al-mukarom.
>
>kenapa?
>ya karena istilah madani yang diambil dari madaniah
>itulah, terus kemudian sistem-nya dianggep telah
>paripurna, tanpa perlu upgrade-2an. tinggal terima saja.

yap:
Perlu dong diupdate, kan situasinya dapat berbeda, walaupun esensinya tetap.

soeL:
>al-hasil ada wacana daulah-dunia, tanpa memperhatikan
>lagi perbedaan ras, batas geografis, bahkan iklim dan
>musim.... yang justru (menurut-ku lho) melanggar
>sunatullah seperti yang sampeyan urai-burai di posting
>sebelumnya.

yap:
Saya pikir perbedaan perbedaan itu tidak perlu menghalangi kebersamaan untuk 
membentuk masyarakat beradab. Bisa kan?

soeL:
>gimana ya? wong dunia ini eksis karena dapat diindera,
>yang salah satu "pagarnya" adalah waktu. waktu menandakan
>ada perubahan. perubahan hanya dapat diterima, karena
>ada gejala "perbedaan" yang dapat diperbandingkan.
>ning kok ini nyelaki (menyangkal), gunnuuu lhuuuuu.

yap:
Ada lho mBah yang tidak lekang oleh waktu, itulah yang disebut basic 
principles. Apa benar waktu dapat mengubah segalanya? Lalu bagaimana 
hubungannya dengan konsistensi?

>soeL:
>harap jangan salah duga atau interpretasi dengan
>maksudku nulis "kadohan pengangkah kurang jangkah" ini.
>(kejauhan tujuan, kurang langkah). bukannya cita-2
>meniru daulah madaniah adalah kejauhan, ning kalau
>ujug-ujug dijadikan "terminal" tanpa ba-bi-bu membedah
>langkah-langkah yang pernah ditempuh (baik dituntun
>oleh wahyu ilahi atau olah budidaya-pikir mayarakat
>situ) oleh nabi dan para sahabat, cita-cita itu
>menjadi "kadohan pengangkah kurang jangkah".
>dadineee.. lengkapi dulu dong langkahnya.

yap:
Madaniah cuma model. Dengan melihat model, kita bisa melihat diri sendiri, 
penyesuaian mana yang perlu dilakukan. Tentu ada unsur dan situasi yang 
berbeda, tetapi kalau model itu dianggap baik, tentu dapat diformulakan atau 
diskenariokan cara mencapainya.

soeL:
>bila perlu belajar dari "nol". seperti ketika
>njeng nabi kebingungan disuruh membaca atasnama rabbi.
>lho ini penting, nek kanggoku yang males baca
>hahaa... apakah kita kabeh sudah biasa membaca
>atas nama rabbi (tuhan)? apalagi ditujukan untuk
>penyelenggaraan bebrayan agung, berupa sebuah
>eksistensi bangsa dalam wadah bumi ngendonesia?
>maksudnya membaca alam seisinya, semampu-mampunya!
>dan salah satu bahan bacaan telah sampeyan bacakan,
>koh, yi. PERBEDAAN sebagai GIVEN FACTOR......

yap:
Benar mBah, apa yang perlu dilakukan menuju kesana masih banyak, sehingga 
perlu disepakati cara pencapaiannya, termasuk misalnya kemampuan membaca 
yang tersurat dan tersirat. Kegemaran membaca, termasuk membaca yang 
tersirat, kan bisa dilatih mBah?
Nah kalau skenarionya saja belum disepakati, semakin kecil kemungkinan untuk 
sampai kesana.


salam,
yap

________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke