On Sun, 9 Jul 2000, �� wrote:
>
>Terus terang bingung.

yap:
Saya juga mas. Saya kira bung Hercule menterjemahkan dengan tepat. Karena 
itu saya lebih memilih civilized society, daripada sekedar supremasi sipil 
atas militer misalnya, karena pemahaman ini walaupun ada artinya tetapi 
nggak banyak bermanfaat. Apa hebatnya kalau sekedar supremasi sipil atas 
militer?
Satu hal yang baik dari militer yang masih tetap perlu dipertahankan adalah 
disiplin. Seorang netter dari milis lain menggugat tipisnya keberanian 
bertanggung jawab bangsa kita. Ini juga bener, saya pikir. Disiplin, 
bertanggung jawab dan sikap baik lainnya tentu sangat kita perlukan.

��:
>Saya di pihak mereka yang berpendapat bahwa hal itu bukan sekedar
>masalah supremasi sipil namun lebih kepada perubahan sikap dan
>sistem nilai yang berkembang di masyarakat.

yap:
Artinya memang kita lebih membutuhkan masyarakat beradab daripada sekedar 
supremasi sipil atas militer.

��:
>Di luar, konotasi supremasi sipil sepertinya sudah selesai kalau
>TNI dan Polri tidak di lembaga perwakilan atau ikut membuat
>keputusan atau sipil memegang kendali pemerintahan.

yap:
Seorang guru saya yang kebetulan tentara pernah bercanda: Apa bedanya 
tentara dengan perampok? Dia jawab sendiri, mereka berdua bersenjata, 
bedanya yang satu punya disiplin, yang lain tidak. Tidak tepat benar 
mungkin, tetapi saya kira penekanannya pada kata disiplin itu. Dan sebaiknya 
disiplin bukan hanya monopoli militer, tetapi baik bagi semua orang.

��:
>Pada level lapangan, telah muncul sebuah kejadian2 yang sebenarnya
>mencerminkan perkembangan sikap dan sistem nilai itu sebagai
>terjemahan tujuan yang tidak jelas. Individu dan kelompok dalam
>rangka mempertahankan eksistensinya mengunakan kekerasan bukan
>dengan memberi kesempatan kepada pihak penegak hukum untuk
>menjalankan fungsinya dengan baik. Apakah ini yang dimaksud?
>
>Benar, kita mempunyai pengalaman masa lalu yang tidak baik dengan
>penegak hukum namun ketika kita sepakat untuk memperbaiki maka
>bukankah kita harus memberi kesempatan.

yap:
Ketika kekuasaan jatuh ketangan yang rendah moralitasnya, rendah pula 
manfaatnya bagi yang dikuasai. Para penegak hukum juga nggak mungkin cuma 
menunggu diberi kesempatan, karena kesempatan memang harus diperjuangkan, 
direbut. Tetapi ketika merebut kesempatan itu dihadapkan pada keselamatan 
pribadi, maka yang bicara adalah nyali. It takes courage!

��:
>Kita memang bisa mengatakan bahwa kita harus mulai dari diri
>sendiri. Namun, dalam masyarakat kepemimpinan sosial sangat
>dibutuhkan untuk memberi contoh bagaimana seharusnya.

yap:
Kita bicara pada tataran materiality. Memang kalau pemegang kekuasaan mampu 
merumuskan skenario yang tepat dan melaksanakan skenario itu dengan sepenuh 
hati, perbaikan yang terjadi akan sangat substansial. Tetapi ketika kita tak 
bisa mengharapkan itu, maka worst case-nya ya mulai dari diri sendiri saja. 
Semoga semakin banyak yang melakukan itu, sehingga semakin substansial pula 
impact-nya.

��:
>Nah, maka kembali bingung dengan istilah itu.

yap:
Bagaimana kalau langsung masuk ke essensinya, dan bukan terpaku pada 
judulnya semata?


salam
yap


________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke