Walaupun tdk tau tokoh dlm cerita itu agamanya apa, tetapi cerita Pak Poirot
ini merupakan suatu bentuk ilustrasi dari apa yg dimaksud dlm ajaran Kristen
dng idiom: "Jika pipi kirimu ditampar, berilah pipi kanannmu."

----- Original Message -----
From: Hercule Poirot <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, August 05, 2000 5:56 AM
Subject: [Kuli Tinta] Dendam politik


> Assalamu'alaikum Wr.Wb.
>
> Renungan...
>
>                           PAK TOKOH
>                         Oleh: Usman Maine
>
> Ketika seorang tokoh masyarakat di lingkungan kami meninggal
> dunia, saya sudah di SMA. Setelah acara pemakanan selesai,
> ayah bercerita bahwa pak Tokoh itulah orang yang dulu akan
> membunuhnya.
>
> Saya tentu saja terkejut. Sebab, pak Tokoh adalah orang yang
> selama ini saya kagumi karena sifat dermawannya. Selain itu,
> kalau benar pak Tokoh dulu sempat akan membunuh ayah, mestinya
> ia dikirim ke Nusa Kambangan [tempat penampungan tokoh PKI].
>
> Saya memang pernah mendengar, ayah pernah hampir terbunuh dua
> kali. Pertama, sempat dikalungi celurut oleh pemuda rakyat [PKI].
> Kedua, sempat ditodong sangkur oleh gembong PKI, pak Tokoh.
>
> Pak Tokoh memang dulunya gembong PKI. Sementara ayah
> pengurus PNI. Saya tidak ingat persis spt apa kondisi
> waktu itu, tapi menurut cerita ibu,  ayah jarang tidur
> di rumah, dan rumah kami sering dijaga RPKAD.
>
> Kata ayah, ketika lagi "gegeran", pak Tokoh dan anak
> buahnya memang berhasil mencegat ayah. Sangkurnya sudah tinggal "nancep"
di
> perut ayah. Nasib baik, lagi di pihak
> ayah. Beberapa orang RPKAD sedang patroli. Selamatlah
> ayah saya.
>
> Ketika PKI sedang diberangus, pak Tokoh tertangkap. Kedua
> tangan dan kakinya sudah diikat oleh pemuda marhaen.
> Rencananya, pak Tokoh akan dibunuh dan dibakar rame-rame.
> Tapi, ayah memutuskan lain. Ayah melepaskan pak Tokoh.
> Mendengar cerita itu, saya sempat protes.
>    "Kenapa ayah memaafkan orang yang hampir membunuh ayah?"
>    "Itu lah pemberiaan maaf yang sesungguhnya. Ketika kita
> memaafkan orang yang pernah berbuat jahat kepada kita pada
> saat kita punya kekuatan dan kesempatan untuk membalas
> dendam. Itu lah sebenar-benarya maaf."
>
> Mendengar cerita tentang sikap pak Tokoh kepada ayah , saya
> masih penasaran mengapa dia tidak dikirim ke Nusa Kambangan
> atau dibunuh saja saat itu [tahun 1966?]. Tapi ayah saya bilang.
>     "Pada dasarnya dia orang baik.  Kami tak punya permusuhan
> pribadi. Hanya karena partai, kami harus berhadapan.  Secara
> pribadi ia tak pernah bermaksud membunuh ayah. Ia sekedar
> menjalankan tugas partai yang dibebankan kepadanya. Karena
> partainya [PKI] telah dibubarkan, maka tak ada lagi alasan bagi
> kami untuk meneruskan permusuhan."
>      Meski sulit mencerna apa yang dilakukan ayah waktu itu,
> saya bisa menerima penjelasan ayah. Namun demikian saya masih
> menggerutu. "Saya tidak sangka kalau pak Tokoh yang begitu
> dermawan itu adalah orang yang dulu berniat membunuh ayah."
> Mendenger gerutuan saya, ayah menimpali:
>       "Ayah semakin yakin bahwa keputusan ayah melepaskan pak Tokoh
> waktu itu adalah keputusan yang tepat. Buktinya, kamu mengenangnya
> sebagai seorang dermawan."
>
> Wassalam,
> +++Poirot
>
> Note: pak Tokoh hanyalah nama samaran. Orangnya memang ada
>       dan saya mengenalnya sebagai seorang dermawan. Saya
>       memang tak menyangka kalau dialah orang yang pernah
>       membuat hidup ayah saya kalang kabut [jarang tidur
>       di rumah krn dicari-cari oleh pemuda rakyat].
>
> ________________________________________________________________________
> Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com
>
>
> ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke