From: Agus Satrio <[EMAIL PROTECTED]>
kuganti GD jadi Megawati, Megawati jadi Amien Rais/GD. Taufik Kiemas jadi
FB/RM. Kalau
berandai-andai semua kemungkinan bisa terjadi, trus dimana point-nya ?
=========================================

Point saya adalah siapa saja yang kita pilih, GD atau Mega atau Amin atau
siapapun harus dipantau terus. Kalau performance-nya mencong ya di luruskan.
Kalau tidak bisa diluruskan karena terlalu memble , atau ternyata
sama-sekali tidak memberikan harapan lagi,( dengan penilaian 700 orang wakil
rakyat hasil pemilu), ya jangan sayang. Dibuang saja. Kemudian diganti.
Tidak ada yang namanya setia-setia kepada kesepakatan awal . Kesetiaan yang
konyol itu , menurut istilah sekarang adalah memberikan cek kosong pada
seorang presiden. Maka dari itu, diperlukanlah  interpelasi, hak angket,
sidang tahunan, pers bebas ........dll.kebiasaan demokrasi modern.
 semuanya tidak ada dalam kerajaan Majapahit).

Sekarang ganti saya yang  tanya pada anda , apa point anda dengan
ganti-ganti nama itu. Sekedar tersinggung sang pujaan di ledek  sehingga
bisa kelihatan seperti manusia biasa ?

Wassalam
Abdullah Hasan.









->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke