On Wed, 16 Aug 2000, mBin wrote:
> aku cuma mbayangken,
> kalo ada tambahan 7 kata atawa hanya kata islam diganti agama apapun,
> rak musti (atawa dituntut) penjabarannya, kan ?
> terus musti ada uu atawa pp atawa kepres atawa permen atawa skb,
> yang mengatur pelaksanaan uud tadi,
> nha tentunya diperlukan juga institusi khusus
> untuk mengawasi pelaksanaan syariat tadi....
WAM:
Bung, biar aja orang Islam yang jumpalitan sendiri membuat insitusi itu.
Anda yang bukan Islam, dengan segala hormat, nggak usah cawe-cawe. Urus
aja agama anda sendiri. Salahkah logika ini?
mBin:
den mase ini memang suerious, lho....
apalagi masalah agama,
nggak bisa dibuat mainan, man !!!!
lha nanti rak menuntut adanya pulisi syariat (ala islam),
pulisi kewajiban agama kristen (bagi orang kristen),
seterusnya budha, katolik, hindu,....
sama seperti sekarang ada dirjen pembinaan kristen katolik dan
hindu-budha...
terus nanti ada akreditasi agama,
mana yang layak hidup di bumi indonesia,
mana yang dikaui eh diakui,
mana yang terdaftar,
mana yang disamakan (dengan islam barangkali ?)
dan seterusnya-dan seterusnya,
kalo orang islam jumpalitan mikirin institusi pengawas syariat,
mungkin juga orang kristen dan penganut agama lain jumpalitan juga ?
alhasil,
kemana-kemana harus selalu ada identitas agama,
dituliskan atawa disematkan di baju, di pici, di rambut,
atawa selalu harus ber-ktp.....
paling tidak untuk selamat dari razia syariat / kewajiban......
nah yang paling enak,
lagi-lagi mestinya yang atheist atawa agnostik,
karena mereka nggak harus melakukan apa-apa...
kecuali mereka malahan harus dibumihanguskan.......
apa begitu, den mas ?
mBin
-----
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!