From: "jsujanto" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, August 25, 2000 1:54 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Zaaken Kabinet? [terjemahan] Tambahan
opini
: Dear Brothers and Sisters,
: terus terang, mbah dan mas Wisnu, saya termasuk yang jengkel,
karena GD
: tidak membentuk kabinet sesuai dengan keinginan sebagian
terbesar aspirasi
: rakyat kita.
: Tetapi GD punya hak prerogatifnya membentuk yang sementara
orang menyebut
: sbg "zaken kabinet." Dan dia bertanggungjawab penuh.
:
mBS:
mudah-mudahan dua point diatas (kejengkelan Mas Janto karena GD
kurang
aspiratif dan tindakan GD menggunakan hak prerogatifnya) bukan
suatu
yang berkaitan.
artinya, GD begitu juga karena bukan jengkelnya dia menghadapi
sekian
usulan dan tuntutan aspiratif dari rakyat.
hanya saja, berita di Jakarta Post, malah mencoba menganalisis
penunjukkan
menteri itu berdasarkan umur, ikatan alumni, dan lain-lain
(termasuk
keloyalannya kepada GD).
apakah ini merupakan jawaban dari GD secara parsial atas kritik
terhadap kabinet yll, ya nggak ngerti saya.
hanya dengan berfikir positif saya berpendapat bahwa tingkah GD
memilih orang-orang yang "langsung" dianalisis atau dicap
sebagai
kurang pas atau kurang dikehendaki pasar (istilah yang ngetrend
sekarang) justru dalam rangka memaksa menteri-menteri itu
bekerja mati-matian, menolak anggapan-anggapan miring
para pengamat dan analis.
dan tadi sehabis jum'atan ada joke dari teman saya tentang
menkeu Prijadi (kebetulan karena dia orang Klaten, maka
joke itu ditujukan ke saya yang juga orang Klaten):
"GD memang konyol. Wong menjawab tantangan kok
pakek tantangan. Prijadi yang nyata gagal lolos test proper
and fit buat ngurus bank BUMN (test layak dan kelayakan?) malah
dipilih jadi menteri yang akan mengurus bank-BUMN. Artinya
kalau pihak BI tetap bersikukuh pada hasil test dan tetap
menginginkan opini publik bahwa Prijadi memang memble,
maka BI akan tidak kooperatif kepada pemerintah. yang itu
bisa terbaca nanti pada operasi kesehariannya.
Sebaliknya Prijadi akan terpaksa kerja keras mati-matian
menunjukkan bahwa test oleh BI itu kurang pas. akhirnya
bagi GD nanti serba enak, kalau Menkeu gagal tinggal bilang,
lha kan memang Prijadi nggak mutu... tapi kalau berhasil...
tuh kan elu semua nguawur dalam melakukan test.... "
(aku hanya bisa mesem-kecut....)
soeL
-----
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!