Mbah Soel, Kawan2 Sekalian, Berikut adalah tanggapan saya pada dua hal pokok yang diangkat oleh Mbah, Yang pertama adalah soal buku. Tindakan Gramedia untuk menarik buku Anand Krisna agak memprihatinkan pecinta buku. Mungkin dilakukan karena trauma masa lalu. Penerbit seharusnya lebih tegar menghadapi kritik dan komplain masyarakat terhadap bukunya ( Dalam hal ini sekelompok masyarakat Katolik dan Islam yang yang mengeluh terhadap buku Anand). Seharusnya malahan menawarkan menerbitkan buku kritik terhadap buku yang yang dikeluhkan tersebut. Masyarakat harus dibiasakan terhadap pendapat yang bagaimanapun. Kenapa tidak mempertimbangkan masak-masak "sebelum" menerbitkan suatu buku, kalau pada akhirnya tidak berani menangung resiko? Sikap lemah Gramedia amat boleh jadi "membesarkan hati" orang-orang yang punya hobi memaksakan interpretasi keyakinan terhadap orang lain. Yang kedua masalah sikap sekelompok orang. Dalam hal ini, adalah sikap sekelompok masyarakat yang kebetulan beragama Islam. Sebetulnya yang diminta oleh mereka adalah cuma "keadilan dan hukum" yang sedang kosong dipasaran. Orang dibunuh kok tidak diurusi. Kok seperti bebek yang dilindas motor aja? Mungkin ngiri dan frustasi melihat tiga orang mati di atambua , maka seluruh pemimpin dunia dipaksa berdiri mengheningkan cipta tiga menit. Mengapa, ratusan keluarga mereka yang mati di Priok kok sulit amat nyelidiknya ? Mengapa cuma Lasykar Jihad yang dijadikan sasaran ? Mengapa kematian ratusan orang islam di Poso perempuan-anak-bapa diakui-pun segan ( katanya yang mati cuma lima)? Mengapa pemicu main-golok di Ambon ( peristiwa pembantaian orang2 yang lagi sholat idul-fitri ) di akui pun segan pula dan diusahakan untuk dilupakan saja? Kalau nggak fair begitu, mana bisa rekonsiliasi ? Pemisahan antara latar belakang dan aksi. Pemisahan antara mana yang reaksi mana yang aksi. Pencampuran antara Yang zalim dan yang dizalimi. Pencampuran sikap frustasi selalu dizalimi dan keyakinan yang dianut. Kegagalan , sengaja atau pun tidak sengaja dalam memahami kesederhanaan pengungkapan masyarakat bawah. Keangkuhan melihat keyakinan orang lain. Semuanya dicampur jadi satu. Es Doger namanya. Sikap memandang yang amat zalim ini , Memandang sistim "Es Doger", adalah pupuk menyuburkan funamentalisme yang membuat anda nek itu. Pada jaman orde-baru sikap yang demikian itu di jalankan dengan sistematis. Kemudian bila korbannya, yang senang pakai serban dan kopiah dan jilbab itu jadi bludrek naik darah, ya habisin saja. Lha wong cuma ngotori saja ? Apa begitu mbah? Apa mereka itu orang asing musuh kita ? mBah Soelojo: "satu pertanyaan besar: SIAPA ORANG YANG BERWENANG MENYATAKAN BAHWASANNYA SESAMANYA TERGOLONG SESAT?" =================================== Sampeyan tanya kepada siapa ? Apakah bukan tugas sampeyan yang guru itu untuk menjawab dan mengajarkannya dengan "bijaksana" kepada sebanyak mungkin orang di negeri sampeyan ? Wassalam Abdullah Hasan. -----Original Message----- From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED]]On Behalf Of mBah Soelojo Sent: Tuesday, September 12, 2000 6:36 PM To: [EMAIL PROTECTED] Subject: [Kuli Tinta] Pak Ustadz Rekan internauts, dua hari bertutur-turut ada berita besar bernuansa religion yang mungkin luput dari perhatian. kemarin (kalau tidak salah) pasukan berseragam hitam mengurungkan niat menguasai mapol, setelah diberi janji untuk mengusut kematian panglima mereka. acara diselingi dengan orasi oleh ES, yang menyatakan "heran" mengapa hukum islam tidak dapat ditegakkan di suatu negara dengan mayoritas penduduk muslim. maka beliau mendesakkan kehendak untuk menegakkan hukum islam itu, dengan ancaman tersembunyi berupa sikap permisif untuk tindakan pasukan berseragam hitam itu. pula ditambah "jangan menunggu rakyat menggunakan caranya sendiri" (ini boleh dianggap provokasi?). sementara bersediakah ES menengok tengkuk sendiri? mencari sebab mengapa hal yang mengherankannya dapat terjadi ditinjau dari islam dan orang islamnya sendiri? hari ini, di harian kompas diberitakan lagi peristiwa besar. berupa penarikan oleh penerbit (PT. G) terhadap 38 jilid buku yang ada sangkut-pautnya dengan tokoh spiritual guru anand krishna. dengan anggapan tulisan-2 atau buku-buku itu mengandung ajaran "sesat" dan melecehkan nama-nama besar pemikir islam jaman dulu. tidak luput dari penarikan itu, buku tulisan ustadz-jawa saya berjudul "islam esoteris". padahal pak ustadz itu sekedar ingin menyampaikan substansi qur'an yang ditinjau dari urut-urutan turunnya wahyu, dengan pemaknaan yang lebih umum dilambari dengan akal dan berfikir logis. juga diberi rujukan-2 banyak ahli tafsir dan ulama-ulama jaman dulu. sehingga saya jadi bertanya-tanya, apakah pak ustadz saya tadi termasuk mengacaukan pemahaman agama islam atau melecehkan pemikir-2 islam jaman dulu? apakah bukan sebaliknya, ingin memberikan pemahaman yang lebih kontemporer mengingat akan pendapat beliau dan beberapa kolega-nya di milist [EMAIL PROTECTED] yang mengaku, bahwa setiap muslim adalah orang yang merasa belum sempurna faham spiritualnya sehingga dalam setiap shalatnya wajib melafalkan lahir batin: "Tunjukilah kami jalan yang lurus jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat; bukan jalan mereka yang dimurkai dan sesat" satu pertanyaan besar: SIAPA ORANG YANG BERWENANG MENYATAKAN BAHWASANNYA SESAMANYA TERGOLONG SESAT? w ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke