On Wed, 13 Sep 2000, Abdullah Hasan wrote:

> Yang kedua masalah sikap sekelompok orang. Dalam hal ini, adalah sikap
> sekelompok masyarakat yang kebetulan beragama Islam. Sebetulnya yang diminta
> oleh mereka adalah cuma "keadilan dan hukum" yang sedang kosong dipasaran.
> Orang dibunuh kok tidak diurusi. Kok seperti bebek yang dilindas motor aja?
> Mungkin ngiri dan frustasi melihat tiga orang mati di atambua , maka seluruh
> pemimpin dunia dipaksa berdiri mengheningkan cipta tiga menit. Mengapa,
> ratusan keluarga mereka yang mati di Priok kok sulit amat nyelidiknya ?
> Mengapa cuma Lasykar Jihad yang dijadikan sasaran ? Mengapa kematian ratusan
> orang islam di Poso perempuan-anak-bapa diakui-pun segan ( katanya yang mati
> cuma lima)? Mengapa pemicu main-golok di Ambon ( peristiwa pembantaian
> orang2 yang lagi sholat idul-fitri ) di akui pun segan pula dan diusahakan
> untuk dilupakan saja? Kalau nggak fair begitu, mana bisa rekonsiliasi ?

WAM:
Kemarin, dalam salah satu buku yang saya baca, disebutkan salah satu ciri
orang (Islam) munafik. Salah satunya, senang membiarkan orang Islam
menghadapi musuhnya sendiri. Kalau saja orang2 begini tidak mengaku
dirinya sebagai orang Islam tentu tidak menjadi masalah.


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke