Ikut nimbrung ya...
Seharusnya mau tidak mau kita harus mengakui keberadaan orang-orang yang dianggap
'fundamentalis'
itu. Sebab dimana-mana banyak orang atau kelompok yang kena stereotyping
'fundamentalis'. Dan ini
merupakan bagian yang wajar dalam kehidupan kita. Jangankan di agama Islam atau
Kristen, di
gerakan lingkungan hidup pun ada fundamentalis. Green peace misalnya. Dalam kehidupan
memang
selalu terpecah dua kelompok atau lebih. Garis besarnya ada yang liberal ada yang
konsevatif. Yang
liberal punya spektrum macam-macam mulai dari sangat liberal, sedang, sampai yang
kompromis. Yang
konservatif juga begitu. Dari yang ultra konservatif (ultra kanan /fundamentalis?)
sampai yang
bingung mau ikut kemana. Yang fundamentalis biasanya mengangan-angankan kembalinya
kehidupan masa
lalu yang telah hilang. Seperti orang tua yang takut kehilangan anaknya.
Yang disayangkan adalah cara-cara mereka dalam menunjukkan argumennya. Sering ngawur
karena mesti
pake pedang, menghancurkan gedung, atau merazia tempat-tempat yang dianggap maksiat.
Yang
menyedihkan ya sampai membunuh. Hal ini sebenarnya yang ditakutkan oleh orang-orang
kebanyakan.
Moga-moga saja argumen-argumen dari orang-orang yang kena label fundamentalis ini
lebih meningkat.
Tidak perlu pakai ancaman atau yang lain.
Perkara penarikan buku, ini rasanya self censorship yang berlebihan.
--- reijkman karrountel <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> tak akan pernah ada pembaharuan di Islam ini karenanya.
>
>
> On Tue, 12 Sep 2000 20:36:06 +0900, [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> > Rekan internauts,
> >
> > dua hari bertutur-turut ada berita besar
> > bernuansa religion yang mungkin luput dari
> > perhatian. kemarin (kalau tidak salah) pasukan
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Mail - Free email you can access from anywhere!
http://mail.yahoo.com/
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!