mBah Kitaro ysh, saya sering terkesan dengan postings embah, demikian pula mengenai hibrida. kalo boleh dan embah sempat (ini masih sangat relevan dg bidang embah), tolong embah kupas mengenai unta sehubungan dg ayat suci "afalaa yandhuruuna ila al ibili kaifa khuliqat" (apakah kamu tidak melihat, bagaimana unta diciptakan?). Kenapa unta yg menjadi perumpamaan agar manusia memikirkannya, kenapa bukan misalnya tikus, ular, harimau, semut, dll... ? sekian mbah, terima kasih, matur nuwun. untuk semua yg merayakannya : SELAMAT NATAL, semoga Kasih Allah senantiasa memberkati kita. SELAMAT IEDUL FITRI, semoga Allah mengabulkan permohonan kita. SELAMAT TAHUN BARU 2001, semoga Allah tetap sayang kepada bangsa Indonesia. Amien. salam, subiarto. -----Original Message----- From: Fukuoka Kitaro <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>; wojoseto <[EMAIL PROTECTED]> Date: Friday, December 22, 2000 10:59 PM Subject: [Kuli Tinta] Hibridisasi sebuah Cermin! # 3 Sebagai salah seorang yang diberi karunia untuk berkesempatan mempelajari ilmu hayat, saya ingin berbagi wawasan. Tak lain tentang HIBRIDA. Hibrida yang terjadi alami maupun buatan manusia. Di dunia hewan, hibridisasi itu telah terjadi sesuai dengan evolusinya. Sehingga sekarang kita mengenal keaneka ragaman fauna. Pada ras dan suku manusia, apalagi. Bukankah lahirnya bangsa yahudi adalah karena perkawinan Abraham (Babilon) dan Sarah (Hibrani), bukankah keberadaan bangsa Arab karena Abraham (Babilon) dan Hajar (Mesir), sehingga menghasilkan bangsa-bangsa tangguh? Di dunia tumbuhan, wah tak terhitung. Bahwa dengan hibridisasi alami, telah berhasil melahirkan gandum, jagung, kubis, dll. Dengan buatan manusia, bulir padi genjah yang jarang menjadi padi hibrida berbulir padat setelah dikawin-kan dengan padi dalam. Tomat, Cabai, Semangka dan Jeruk maupun anggur-2 terkenal adalah juga hasil hibridisasi bahkan multi-hibridisasi, yang tak ketahuan lagi tetuanya. Hibridisasi yang merupakan proses penggabungan dan pengayaan potensi-potensi jiniah, potensi tersamar atau genetika pada suatu spesies. Ya, hibridisasi konvensional hanya mungkin terjadi pada satu species atau paling jauh satu genus (jenis). Sangat jarang inter-familia. Dengan daya pikir dan daya kreasi manusia sebagai pengelola bumi, hibridisasi tak kawin telah pula dapat diselenggarakan. Bahkan pencangkokan-2 gen dan DNA telah pula menunjukkan manfaat pada penanggulangan kekurangan pangan abad depan. Kemudian, apakah kita manusia yang (sebagian) telah berhasil menciptakan hibrida-2 buatan itu tidak pula sadar dan terbuka menerima skenario hibridisasi Ilahi? Hanya Tuhan Yang Maha Wikan. Fukuoka Kitaro MOSOK NDHAK MAMPU? ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia............... Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com

Kirim email ke