Asal proses persilangan itu alami
mbok ya ngak pa-pa juga
tetapi kalau proses alamiah itu dipaksakan
prempuan tiongkok diperkosa dan di islamkan
wah itu salah. Tidak bisa juga dengan hukum rimba.
Proses alami dari persilangan indah rasanya
kalau didukung proses kultur budaya yang bermartabat
orang ngak lagi dilihat sosok buruknya saja tetapi kualitas
dari kekurangan-kekurangan itu. Karena dalam budaya
ada Cinta, sedangkan hukum rimba tidak mengenal
cinta yang ada nafsu. Jika Cinta yang didepankan kata
orang tai kucing rasa coklat. Ha.. ha..
Bagaimana kita melihat orang ambon dan Irian yang sama
saja dengan orang aceh dan jawa, bagaimana kita
melihat ULFA dan Suaminya ya layaknya kita saudara
sendiri itu harus dilandasi moral dan budaya yang beradab
bukan paksaan. Budaya yang beradap pasti menjunjung
cinta kasih yang bermartabat.
MYP
----- Original Message -----
From: Fukuoka Kitaro <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>; wojoseto <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 22 Desember 2000 20:35
Subject: [Kuli Tinta] Hibridisasi sebuah Cermin! # 3
> Sebagai salah seorang yang diberi karunia untuk
> berkesempatan mempelajari ilmu hayat, saya ingin
> berbagi wawasan. Tak lain tentang HIBRIDA.
> Hibrida yang terjadi alami maupun buatan manusia.
> Di dunia hewan, hibridisasi itu telah terjadi sesuai
> dengan evolusinya. Sehingga sekarang kita mengenal
> keaneka ragaman fauna. Pada ras dan suku manusia,
> apalagi. Bukankah lahirnya bangsa yahudi adalah
> karena perkawinan Abraham (Babilon) dan Sarah
> (Hibrani), bukankah keberadaan bangsa Arab karena
> Abraham (Babilon) dan Hajar (Mesir), sehingga menghasilkan
> bangsa-bangsa tangguh?
>
> Di dunia tumbuhan, wah tak terhitung. Bahwa dengan
> hibridisasi alami, telah berhasil melahirkan gandum, jagung,
> kubis, dll. Dengan buatan manusia, bulir padi genjah
> yang jarang menjadi padi hibrida berbulir padat setelah
> dikawin-kan dengan padi dalam. Tomat, Cabai, Semangka
> dan Jeruk maupun anggur-2 terkenal adalah juga
> hasil hibridisasi bahkan multi-hibridisasi, yang tak ketahuan
> lagi tetuanya. Hibridisasi yang merupakan proses
> penggabungan dan pengayaan potensi-potensi jiniah,
> potensi tersamar atau genetika pada suatu spesies.
> Ya, hibridisasi konvensional hanya mungkin terjadi
> pada satu species atau paling jauh satu genus (jenis).
> Sangat jarang inter-familia.
>
> Dengan daya pikir dan daya kreasi manusia sebagai
> pengelola bumi, hibridisasi tak kawin telah pula
> dapat diselenggarakan. Bahkan pencangkokan-2
> gen dan DNA telah pula menunjukkan manfaat
> pada penanggulangan kekurangan pangan abad
> depan.
>
> Kemudian, apakah kita manusia yang (sebagian)
> telah berhasil menciptakan hibrida-2 buatan
> itu tidak pula sadar dan terbuka menerima
> skenario hibridisasi Ilahi? Hanya Tuhan Yang
> Maha Wikan.
>
> Fukuoka Kitaro
> ----------------------
> MOSOK NDHAK MAMPU?
>
>
>
>
>
> ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
- [Kuli Tinta] Hibridisasi sebuah Cermin! # 3 Fukuoka Kitaro
- Re: [Kuli Tinta] Hibridisasi sebuah Cermin! # 3 My Populis
- Re: [Kuli Tinta] Hibridisasi sebuah Cermin! # 3 Subiarto AF
- [Kuli Tinta] Al Ghaasyiyah # 2 Fukuoka Kitaro
- [Kuli Tinta] Al Ghaasyiyah #1 Fukuoka Kitaro
