Tambahan dari GN :
Posting bagus tersebut memang bagus. Posting tersebut
juga mengambil posisi yang logis. Cuma, bagaimana Anda
akan menjawab pertanyaan 'Apakah perlu kamu saya
ucapin selamat?'. Sudah jelas jawabnya, bukan? Namun
itukah jawaban yang kita inginkan, karena jelas
pertanyaan itu memang membawanya ke situasi rikuh?

Nh,
Bung GN,
Kenapa kita musti nanya?, kalau kita tahu bahwa Mengucapkan
selamat hari raya oleh & bagi pemeluk Agama tertentu itu merupakan
Ibadah bagi mereka (mengulang posting terdahulu) ya jelas dong kita
nggak boleh karena dalam Agama Islam urusan ibadah Agama lain adalah
merupakan urusan mereka pribadi masing2,..lagian kenapa kita musti
repot2, biarkan saja mereka beribadah dengan baik sesuai Agama mereka
dan kita Agama lain yg toleransi.
------

GN :
Sebenarnyalah semua kita lakukan sesuai kepantasan
belaka. MUI sendiri juga bilang, sekedar 'menghimbau'.
Lagian pula banyak ulama besar yang mempertaruhkan
kebesaran ketokohannya untuk bisa hadir di acara-acara
peringatan seperti itu. Karena, ketika acara-acara itu
ibadah atau tidak, yang bersangkutan percaya bahwa tak
akan seperti peribahasa' karena nilai setitik' bagi
segenap doa dan pahalanya selama ini. Gusti Allah
'tidak sare', kata teman-teman di Padhepokan
Nusantara.
Tuhan tak pernah tidur.

Nh,
Itu urusan mereka pribadi dan bukan merupakan gambaran umat Muslim
secara keseluruhan!..jadi lagi2 nggak usah repot2.

----
GN :
Dan pula, karena yang mengeluarkan fatwa haram-halal
mengenai ucapan selamat Natal ini dikeluarkan dari
'pihak' muslim, jelas yang rikuh ya kita-kita yang
muslim ini, dong. Masa pihak sana yang rikuh? Malah di
mata awam, bisa-bisa menjadi 'tuh... lihat, betul
kan?'

Nh,
Saya tidak rikuh?, begitu juga dengan umat Muslim lainnya, saya rasa
hanya Anda saja kok,..jadi jalankan saja apa adanya dan tetap
konsen dengan toleransi serta saling menghormati dan Insya Allah
semua itu akan bermamfaat baik.
-----

GN :
Apakah di saat itu lalu kita mendatangi dan bertanya
'pak/bu, apakah Anda butuh Selamat Natal dari kami,
yang muslim ?'. Sementara baru saja di tayangan tivi
mereka melihat lasykar yang dengan jumawa menyebut
diri 'veteran perang Ambon' ? Ala mak.....

Nh,
Terlalu aktif "kita" bagi Anda,...
tampaknya Anda juga "gatel" banget dengan kalimat Laskar???.
-----

--- BKC1214 Nopi Hidayat wrote:
>
> Tambahan,
> Posting yg cukup baik dan sebagai bahan
> renungan/koreksi bagi kita semua,
> baik Islam, Kristen, Hindu dll Agama...semoga damai
> selalu!.
>
> Salam,
> -----
>
> Idb wrote :
> Setiap tahun pasti selalu hal yang sama terjadi.
> Orang islam heboh soal memberi
> selamat natal. Kita kok nggak pernah nanya sama yang
> bersangkutan, yang
> merayakan. Sebenarnya merasa perlu nggak sih di
> selamat natal-in ? Coba kita tanya pada sodara2x
> kita yang kristen, kalau kita
> lakukan semua hal dalam betoleransi, bekerja sama
> dengan baik, hidup
> berdampingan dengan rukun, saling membantu, saling
> tolong menolong, tapi TIDAK mengucapkan "Selamat
> Natal". Cukup tidak?
>



................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 















Kirim email ke