lha misih begjanya, masih bisa tertawa tiwi, yen ing tawang ana lintang, ihik...ihik...ihik... atawa huekekekekekekekekekekeek, tapekno ya jangan nuduh gitcuu, kalo bener gimana ? :-p mBin ----- ----- Original Message ----- From: Fukuoka Kitaro <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, February 01, 2001 4:00 PM Subject: Re: [Kuli Tinta] BERPIKIR POSITIF itu namanya wong kebentus ing tawang kesandhung ing ratan mbin. tegesnya tak pernah mujur... dan mungkin itu kamu sendiri... hahahaa..... fk -- ----- Original Message ----- From: "mBin" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Friday, February 02, 2001 2:40 PM Subject: Re: [Kuli Tinta] BERPIKIR POSITIF apa yang pantas disebut untuk orang-orang, yang dulu ndukung mega, yang mbelain mega karena dioprek-oprek oleh 'pahlawan reformis', yang sedih karena mega dikalahkan oleh poros tengah, karena ayat-ayat dan fatwa ulama, yang kemudian menerima gus dur karena pilihan mpr, dan kemudian mendukung gus dur, serta membela gus dur terhadap orang-orang yang dulu memilihnya, tulung, apa predikat yang pantas disandangnya ? salam, mBin ------ ----- Original Message ----- From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]> Saya yakin, sejak awal mereka yang aktif di milis ini telah menempatkan dirinya pada posisinya sendiri-sendiri, dan sama sekali tidak berpretensi sebagai pengamat seperti yang ditulis oleh Subiarto. Sebab, bahkan pengamat sekalipun, sudah menempatkan kepemihakan politiknya, sehingga pengutaraan amatan mereka pun tak pernah bebas nilai. Sementara, soal AR, pendirian saya tetap. Dia sangat kebelet. Jika pendirian ini tak memenuhi kualifikasi sebagai pengamat, saya tak menyesal untuk dimasukkan dalam kelompok pendukung GD. --- Subiarto AF <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Sdr Aswat menulis : > "Namun disinilah sebenarnya hakekat pribadi itu > muncul. Cara berpikir, cara berbicara, dan cara kita > bersikap sebenarnya akan memberikan gambaran kepada > orang lain siapa kita sebenarnya." > > Terinspirasi statement di atas, saya ingin > memberikan kritik kepada anggota milis > [EMAIL PROTECTED] sesuai tingkat pemahaman > saya, bahwa sebagian besar penulis tidak menempatkan > diri sebagai pengamat tetapi sbg pendukung dan > oposan (fanatik) dari tokoh yg dibicarakan shg > seringkali hanya menjelekkan tokoh seberang dan > memuji tokoh pujaannya. Contoh, mengenai Amien Rais, > bagi oposan fanatik sering digambarkan sbg kebelet, > tdk bertgjawab, "kau yg memulai dan kau yg > mengakhiri" dg nada negatif, dst seolah dalam diri > AR tdk ada sisi positifnya. Tentu saya tidak tahu > persis apakah ybs sudah kebelet (jadi RI-1 > misalnya), tetapi fakta bahwa "dia yg memulai dan > dia yg mengakhiri" kalau disikapi dg pikiran positif > adl suatu sikap & tindakan yg sangat bertgjwab dan > mrpkan pembelajaran thd egalitarianisme dan > demokratisasi serta meletakkan proporsi hubungan > antara personal dg profesional secara benar. Saya > berpendapat bahwa AR dan orangs yg setuju dg idenya > adl type manusia yg terbiasa dg sikap tidak taqlid > thd Person tetapi lebih kepada mengikuti jalan > pikiran yang sehat dari siapapun pikiran itu > dilontarkan. Saya menyarankan utk merunut kembali > sejarah sepak terjang dia dari awal terjun ke dunia > politik agar gambaran kita ttg dia (dan thd > siapapun) menjadi lebih jernih - tidak terlalu hitam > putih dan totaliter. > At least, kalau ada orang yang - menurut kita - > berbuat salah, apakah kita akan jadi membenarkan > sikap kita yakni ikut berbuat salah ? Hemat saya, > sayang sekali kalau suatu media hanya dimanfaatkan > utk sekedar memuaskan hawa nafsu dan emosinya > sendiri dan bukan sbg wahana pendewasaan diri dan > walau sekecil apapun ikut berkontribusi menyampaikan > solusi yang applicated atau sekedar wacana positif > bagi orang banyak. Dengan berpikir positf, manusia > akan lebih dimungkinkan membangun "maqam" pribadi > lebih tinggi dan memberi manfaat kepada pemecahan > suatu masalah. Demikian, mohon maaf dan terima kasih > utnuk kesediaan membacanya. > salam, subiarto. ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke