Cak Gigih, terima kasih, sampeyan bener, bahwa dlm posisi apapun manusia sulit 
bersikap benar2
obyektif, dan kebebasan berpendirian adl hak tiap individu. Saya ingin menggaris 
bawahi komentar
saya scr keseluruhan bahwa  dukung mendukung secara fanatik tidak akan banyak berguna 
dalam mencapai
kedewasaan berpolitik selain sekedar memuaskan emosi masings, dan itu gambarnya jelas 
terlihat
ditengah masyarakat kita yg makin terpolarisasi scr childist. Justru kalau seseorang 
mendukung
seorang tokoh kan bukan berarti apapun yg dilakukan si tokoh selalu didukung tanpa 
syarat, tidak
bersedekah kepadanya dg kritik yg rasional. Untuk itu kan berarti kita perlu minggir 
sejenak (ambil
jarak) "menjadi pengamat" dan menyediakan cermin bagi tokohnya. Kalau tidak, alih-alih 
pemimpin
idola bisa dapet quality improvement dalam proses mensejahterakan bangsa, tapi kita 
sudah
mengurungnya dalam menara gading sambil menaburinya racun, dan kita akan tercatat sbg 
bangsa yg
tidak mampu belajar dari sejarah.   thank's.
BERSIKAP ISHLAH, INGATKAN YANG SALAH.
-----Original Message-----
From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, February 02, 2001 4:34 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] BERPIKIR POSITIF


Saya yakin, sejak awal mereka yang aktif di milis ini telah menempatkan dirinya pada 
posisinya
sendiri-sendiri, dan sama sekali tidak berpretensi sebagai pengamat seperti yang 
ditulis oleh
Subiarto. Sebab, bahkan pengamat sekalipun, sudah menempatkan kepemihakan politiknya, 
sehingga
pengutaraan amatan
mereka pun tak pernah bebas nilai.
Sementara, soal AR, pendirian saya tetap. Dia sangat kebelet. Jika pendirian ini tak 
memenuhi
kualifikasi
sebagai pengamat, saya tak menyesal untuk dimasukkan dalam kelompok pendukung GD.

>--- Subiarto AF <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> Sdr Aswat menulis :
"Namun disinilah sebenarnya hakekat pribadi itu muncul. Cara berpikir, cara berbicara, 
dan cara kita
bersikap sebenarnya akan memberikan gambaran kepada orang lain siapa kita sebenarnya."
Terinspirasi statement di atas, saya ingin memberikan kritik kepada anggota milis
[EMAIL PROTECTED] sesuai tingkat pemahaman saya, bahwa sebagian besar penulis 
tidak
menempatkan diri sebagai pengamat tetapi sbg pendukung dan oposan (fanatik) dari tokoh 
yg
dibicarakan shg seringkali hanya menjelekkan tokoh seberang dan memuji tokoh 
pujaannya. Contoh,
mengenai Amien Rais, bagi oposan fanatik sering digambarkan sbg kebelet, tdk 
bertgjawab, "kau yg
memulai dan kau yg mengakhiri" dg nada negatif, dst seolah dalam diri AR tdk ada sisi 
positifnya.
Tentu saya tidak tahu persis apakah ybs sudah kebelet (jadi RI-1
misalnya), tetapi fakta bahwa "dia yg memulai dan dia yg mengakhiri" kalau disikapi dg 
pikiran
positif adl suatu sikap & tindakan yg sangat bertgjwab dan mrpkan pembelajaran thd 
egalitarianisme
dan demokratisasi serta meletakkan proporsi hubungan antara  personal dg profesional 
secara benar.
Saya berpendapat bahwa AR dan orangs yg setuju dg idenya adl type manusia yg terbiasa 
dg sikap tidak
taqlid thd Person tetapi lebih kepada mengikuti jalan pikiran yang sehat dari siapapun 
pikiran itu
dilontarkan. Saya menyarankan utk merunut kembali sejarah sepak terjang dia dari awal 
terjun ke
dunia politik agar gambaran kita ttg dia (dan thd
siapapun) menjadi lebih jernih - tidak terlalu hitam putih dan totaliter.  At least, 
kalau ada orang
yang - menurut kita - berbuat salah, apakah kita akan jadi membenarkan sikap kita 
yakni ikut berbuat
salah ? Hemat saya,
sayang sekali kalau suatu media hanya dimanfaatkan utk sekedar memuaskan hawa nafsu 
dan emosinya
sendiri dan bukan sbg wahana pendewasaan diri dan walau sekecil apapun ikut 
berkontribusi
menyampaikan
solusi yang applicated atau sekedar wacana positif bagi orang banyak.  Dengan berpikir 
positf,
manusia
akan lebih dimungkinkan membangun "maqam" pribadi lebih tinggi dan memberi manfaat 
kepada pemecahan
suatu masalah. Demikian, mohon maaf dan terima kasih utnuk kesediaan membacanya.
salam, subiarto.



...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke