maaf untuk milis jawa, pakai bahasa indonesia
-------------------------------------------
mBin dan Cak Gigih, Mas Aswat dan Wak Hasan
serta lain-lainnya yang ingin berpikir positip.
Sampeyan semua tahu kan kedua jenis burung itu?
Kakaktua dan Beo. Keduanya bila dilatih
akan mampu menirukan suara macam-macam,
termasuk kata-kata manusia.
Tapi lihat mBin, Cak Gigih dan Kang Aswat serta
Wak Hasan. Akibat namanya yang berbeda dan
kebiasaannya yang berbeda, yi. si Kakaktua
cukup dirantai kakinya di plangkringan sedang
Beo harus dikurungi, kurungannya pakai penutup
kain hitam hampir rapat lagi, agar tidak takut
(kata orang-oran tua beo itu takut warna merah
atau darah), keduanya memiliki kedudukan bertolak
belakang di mata manusia. Bahkan di mata pemiliknya
sendiri. Kakaktua tetap dianggap burung cerdas, bisa
maen sirkus, akrap dengan majikan dan setia.
Sedang Beo dicap hanya ikut-ikutan. Sampai
kalau ada seseorang yang kerjanya hanya
ikut-ikutan tanpa berfikir, disebut orang yang
MEMBEO.
Tapi bacalah dialog kedua burung berikut
yang secara imajiner saya dengar:
K: Beo... katanya presiden manusia indonesia
kena morandum dewan perwakilan rakyat manusia
indonesia ya?
B: Ah, nanti kalau tak jawab apapun juga sampeyan
tetap mencap-ku sebagai beo sehingga semua
perbuatanku adalah membeo. Dapat kabar dari
mana?
K: Darimana lagi kalau bukan dari pesawat radio dan
televisi majikan.. kek-kek-kek... kan kakiku dirantai
kayak gini.
B: Ohhh.. lha kalau gitu siapa yang membeo? kek-kek-kek
apa nanti akan ada istilah buat manusia yang hanya
ikut-ikutan disebut bersifat NGAKAKTUA?
K: Alaaah... sewotnya, ya diterima saja lah Be...
B: Terus dalam memorandum itu... eh.. memorandum
itu apa?
K: Dasar beo, ngikutin omongan manusia saja kok pakek
dipikir, memorandum itu adalah tiket untuk SI, begitu
kalau menurut ketua majelis permakian rakyat
manusia yang dulu menjagokan sendiri presiden manusia
sekarang ini.
B: Ralat! menurut yang diajarkan kepadaku, bukan permakian,
tapi permusyawaratan. Lha iya itu kan nasib Sampeyan yang
bebas melihat kemana-mana, beda dengan aku, yang hanya
mampu melongokkan kepala sedikit gini... kek-kek-kek
(terlihat
kepalanya oleh Kakaktua)
K: Tapi enak sampeyan Be.. lha kan kenyataanya aku yang
dekat saja cuma bisa lihat paruh dan matamu. Bentuk
dan warna sayap atau bulumu aku ndak tahu. Bahkan
seandainya sampeyan tak berbulu pun aku juga ndak tahu
kok. Yang ku tahu dari omongan para manusia sampeyan
mewakili sifat jelek TIRU-TIRU thok.
B: Mangkanya aku tadi maksudnya mau tanya apa unsur
terpenting dari pada memorandum itu...
K: Oh, ada tiga point. Pertama presiden manusia itu dianggap
membohongi publik-nya, melanggar sumpah jabatannya dan
satu lagi tidak bersih...
B: Wah, seandainya aku jadi dia Kak, akan aku balikkan. Lha
dulu yang menilai didiku yang cacat, tidak banyak dikenal
dan hanya terkenal sehingga dianggap sehat dan pantas
mresiden itu siapa? Siapa yang jauh membohongi PUBLIK
KAK? wong mereka (kayak kamu) hanya tahu paruh,
mata dan mukaku saja kok... kek-kek-kek-kek...
K: Ah, Beoooo... Beo.... dari mana sampeyan kenal ajaran
itu, wong kamu itu hanya boleh mendengar tak bisa
melihat.....
wassalam,
Ki Gebleg Pagelaran
----------------------
Sing penting Saiki!
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
- [Kuli Tinta] BERPIKIR POSITIF Subiarto AF
- Re: [Kuli Tinta] BERPIKIR POSITIF ��
- Re: [Kuli Tinta] BERPIKIR POSITIF GIGIH NUSANTARA
- Re: [Kuli Tinta] BERPIKIR POSITIF mBin
- Re: [Kuli Tinta] BERPIKIR POSITIF Fukuoka Kitaro
- Re: [Kuli Tinta] BERPIKIR POSITIF mBin
- Re: [Kuli Tinta] BERPIKIR POSITIF Fukuoka Kitaro
- Re: [Kuli Tinta] BERPIKIR POSITIF Fukuoka Kitaro
- Re: [Kuli Tinta] BERPIKIR POSITIF: u/p Subiarto Abdullah Hasan
- Re: [Kuli Tinta] BERPIKIR POSITIF Subiarto AF
- Re: [Kuli Tinta] BERPIKIR POSITIF My Populis
- Re: [Kuli Tinta] BERPIKIR POSITIF My Populis
