Mas tak beritahu ya .....

Ini realita. 
Kalau sampai MHS YOGYA dan MASYARAKAT YOGYA turun maka Yogya yang kecil itu akan 
horeg! Kantong2 kekuatan mhs yang sesungguhnya belum kelihatan terlibat disana. 
Initentu saja menimbulkan pertanyaan. Rakyat yang ditulis media itu adalah simpatisan 
atau anggota partai tertentu atau yang berafiliasi ke partai tertentu. Jadi, jangan 
digebyah uyah gitu .... sebagai rakyat Yogya. Maaf saja, rakyat Yogya masih menyimpan 
ucapan AR yang menyinggung Sultannya.

Mhs juga jangan digebyah uyah gitu. Bunderan UGM itu telah menjadi indikator mengenai 
kekuatan gerakan mhs dan perlawanan masyarakat. kekuatan mereka belum seberapa, 
artinya itu bisa menjadi indikator bagi dukungan mhs.  UII dan IAIN Sunan Kalidjaga 
yang biasanya paling hot dan memblokir jalan saja tenang2 (atau karena Mahfud ada 
disana?). Komplex Mrican yang merupakan aliansi antara UNS-UAJY-USD-IAIN-Stiper juga 
tenang2. Artinya, kegiatan mhs itu tersegmentasi oleh kepentingan tertentu bukan 
kepentingan umum seperti 1998 dulu. Diselatan memang agak ramai, yaitu UMY.

Apakah berita dukungan kepada GD nggak muncul di berita?  Pernah membaca beberapa kali 
ribuan masayarakat berangkat dari Alun-alun Utara menuju ke gedung DPR untuk 
menyetakan dukungannya kepada pemerintahan GD? Gerakan masyarakat Yogya yang menuntut 
recall si Wazier muncul di pemberitaan enggak? Wakil DPRD yang mengatakan kesulitan 
untuk me recall karena  mekanisme belum ada muncul enggak?

Nah, inilah hebatnya strategi itu. Kelihatan sekali bahwa arah gerakan mereka sudah 
terarah berpihak ke salah satu kekuatan politik saat ini, yaitu yang berseberangan 
dengan pemerintahan saat ini. Sayangnya, tanpa disadari, gerakan itu jelas telah 
menunjukkan segmentasi afiliasinya sehingga secara tidak langsung bisa menunjukkan 
bahwa mereka tidak mewakili seluruh mhs atau rakyat.

Biasa kan, kalau tidak mayoritas lalu sering menyebut mayoritas sebagai pelindung. 
Misal, mengatas namakan rakyat, mengatas namakan teman2 kantor (sering kan mBien). 
Coba aja siapa yang kemarin dalam sidang paripurna sering menyebut rakyat padahal 
mereka hanya mewakili 1 digit %.

Pada dasarnya, sudah menjadi tradisi bahwa gerakan mhs yang sesungguhnya dan mengakar 
tidak terwakili dalam lembaga seperti BEM. Berbeda dengan masa lalu ketika GMNI- 
HMI-CGMI (he... he... Nas-A-Kom ya Bung MYP) bertarung untuk memperebutkan masa 
melalui tentir dan posisi di lembaga2 mhs. Sekarang? he... he... apa ada ya kira2 
nanti ada yang bisa menyamai Syahril, Rizal Ramli, Wimar, Arif Budiman, dll.? Kita 
telah kehlangan dua generasi mBien.

AsliWates
(persisnya Pengasih)



----- Original Message ----- 
From: mBin <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, February 02, 2001 4:33 PM
Subject: [Kuli Tinta] Mahasiswa Bergabung Rakyat Yogya Minta Gus Dur Mundur



gimana yogya, kang aswat ?
koq barongsai ;lambang gus dur,
apakah mereka juga mengklaim mahasiswa ugm dan masyarakat yogya ?

mBin
-----

Mahasiswa Bergabung Rakyat Yogya Minta Gus Dur Mundur

Reporter: A. Dipta Anindita

detikcom - Yogyakarta , Mahasiswa yang long march dari UGM bergabung dengan
Rakyat Yogya di perempatan Malioboro Yogyakarta. Kini massa berjumlah 1000
orang. Lantas digelar atraksi barongsai yang melambangkan pemerintahan Gus
Dur. Saat barongsai jatuh, massa pun bersorak.

Mahasiswa yang long march, Jumat (2/2/2001) ini merupakan gabungan dari
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Yogyakarta, Himpunan
Mahasiswa Islam (HMI), Dewan Penyelamat Reformasi (Depera), Aliansi
Mahasiswa Penyelamat Reformasi (Ampri) dan beberapa perguruan tinggi
lainnya.

Selama perjalanan, massa itu terus bertambah. Massa yang sebelumnya
berjumlah sekitar 150 orang, kini telah mencapai sekitar 200 orang .

Mereka kemudian bergabung dengan sekitar 500 orang masyarakat Yogya yang
telah berkumpul di perempatan Malioboro. Mereka berorasi dari atas pick up
dan pengeras suara.

Elemen masyarkat itu diantaranya Front Rakyat Selamatkan Reformasi (Fraksi),
Seruan Untuk Reformasi dan Perubahan (Surau) dan Gerakan Moral Pemantau Gus
Dur (Gempur). Tak lama kemudian bergabung lagi dari Universitas Negeri
Yogyakarta. Kini total massa yang berkumpul di Malioboro sekitar 1000 orang.

Selain orasi, mereka melakukan atraksi barongsai yang menceritakan
pemerintahan Gus Dur. Ketika Barongsai dikalahkan, masyarakatpun bersorak.

Sementara itu tampak aparat berjaga-jaga mengamankan aksi. Kini arus lalu
lintas dari Malioboro ditutup.(iy)



...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 


















...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
















Kirim email ke