Soal mahasiswa ngipebeh yang ikutan demo, aku cumak ingat pertanyaan Gendon, ponakanku yang kini jadi mahasiswa ngundip, "Om-om apa Kampus Sampeyan ndhak ada Ujian Akhir Smester?" Tak Jawab diplomatis, "Le, Gendon.. nyang Demo itu kan menjadi wakil daripada yang ujian-ujian... soale yang ujian itu tak lihat pada bingung mencari fotokopian hand-out dosen-dosennya, termasuk mahasiswa pasca- sarjana lho, karena percaya bahwa hend-out itu adalah soal yang tersembunyi..." Si Gendon ngejar lagi: "Lho, lha apa wakil-wakil itu tidak perlu Ujian akhir smester?" Tak jawab lagi lebih diplomatis: "Gendon, mereka itu mungkin sudah beres urusan ujian-ujiannya. Paling tidak sekarang sedang menempuh skripsi, baik yang magang atau riset.. gitu..." Gendon rasan-rasan: "Kalau di kampus saya, Om, birokrat mahasiswa itu kebanyakan anak smester 5 atau 6 alias tahun ke-3. Dan yang sedang skripsi, kayak saya ini, musti sibuk nggarap dan nyari data. Misalnya ngitung kendaraan lewat..." Aku cuma bisa mendelikinya sambil: "Huussy... jangan buka rahasia Om dong...." nuwun, mBin... entah kalau daerah lain, misalnya nguge-em atau nguen-es, ngunair, ngite-es... Ki Denggleng Pagelaran -------------------------- apa bedane uwong ambek manungsa? ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke