ueennakkkk tuenanann, ki !! lha wong di mBogor cuman numpang tidur, tetapi ya itu masih sering ngomeli mbogor, karena sabtu minggu masih saja macet, seperti njakarta... tapi pancen, ta ! wong yogya tetep beda dengan wong sala, apalagi magersari dan wates atawa kulonprogo.. tapi, mbah ? muskipun ada 4 kampus di ngipebeh, bem-nya ada di mana ? apa terus semuanya punya terompet yang bunyinya bemm... bem.... bem..... kalo di ngui ada yang menamakan dirinya fam-ui, nggama dan ngipebeh pripun ? tentang ndemo kandang rusa, itu lho mbah ? kamsude gitu mau apa, toch ? agar rusanya dibiarkan lepas bebas untuk menghirup hawa demokrasi van mbogor, gitu apa ? koq ketoke pake naik pagersari eh pager ngistana mbogor.... kagem kang aswat, mosok kita telah kehilangan dua generasi, tahh ? maksute generasi biologis atawa genereasi kemahasiswaan, genererasi biologis ya sekitar 25 tahunan, kalo generasi mahasiswa ya terserah siapa yang mbuat, misalnya angkatan atawa demo besar, lha kalo saya ngarani diri saya ini termasuk angkatan yang hilang, yang ujug-ujug mecungul setelah ditempa berbagai perkara... jangan tanya nbiyen nyang endi, ya ? lam-salam, ki numpang sindangbarang ------------------------------------- gak pake semboyan (niru widy) ------------------------------------- From: Fukuoka Kitaro <[EMAIL PROTECTED]> enakan di mbogor ya mbin? pusat kekuatan mahasiswa sekarang telah terbelah 4, yang besar dengan rektoratnya di darmaga, yang agak gede di baranangsiang, yang kecilan tapi berduit di gununggede... kalau mo demo kebetulan perangkat eksekutif, kantor LBN, musium, bank-2 besar nglumpuk di juanda atau jalan kapitan muslihat. jadi gampang, asal ruas jalan keliling kebun raya macet yang ke arah darmaga, dah pasti mahasiswanya nglumpuk di sekitaran istana. sementara rakyat? weleh-weleh mbiiin... rakyat bogor kan banyakan nyangkulnya di njakarta, kayak kamu... hehehe apalagi waktu demo kemarin di depan kandang rusa kebunraya itu, lha di kampus darmaga masih pada rapat. di baranangsiang sedang ada pertemuan dengan petani karawang dan subang, dan sebagian besar mahasiswa kelas satu, pulang kampung setelah ujian akhir semester. hehehe, dan aku dimaki-maki oleh milist ipb, gara-gara ngirim BRAVO.. karena menyinggung BEM. sayang aku dengar selentingan ketua BEM itu putera mantan calon seorang presiden yang sempat debat calon presiden. dan itu rahasia umum.... di lingkungan kampus baranangsiang.... salam, Ki Denggleng Pagelaran -------------------------- apa bedane uwong ambek manungsa? From: "$Bji(B" <[EMAIL PROTECTED]> Mas tak beritahu ya ..... Ini realita. Kalau sampai MHS YOGYA dan MASYARAKAT YOGYA turun maka Yogya yang kecil itu akan horeg! Kantong2 kekuatan mhs yang sesungguhnya belum kelihatan terlibat disana. Initentu saja menimbulkan pertanyaan. Rakyat yang ditulis media itu adalah simpatisan atau anggota partai tertentu atau yang berafiliasi ke partai tertentu. Jadi, jangan digebyah uyah gitu .... sebagai rakyat Yogya. Maaf saja, rakyat Yogya masih menyimpan ucapan AR yang menyinggung Sultannya. Mhs juga jangan digebyah uyah gitu. Bunderan UGM itu telah menjadi indikator mengenai kekuatan gerakan mhs dan perlawanan masyarakat. kekuatan mereka belum seberapa, artinya itu bisa menjadi indikator bagi dukungan mhs. UII dan IAIN Sunan Kalidjaga yang biasanya paling hot dan memblokir jalan saja tenang2 (atau karena Mahfud ada disana?). Komplex Mrican yang merupakan aliansi antara UNS-UAJY-USD-IAIN-Stiper juga tenang2. Artinya, kegiatan mhs itu tersegmentasi oleh kepentingan tertentu bukan kepentingan umum seperti 1998 dulu. Diselatan memang agak ramai, yaitu UMY. Apakah berita dukungan kepada GD nggak muncul di berita? Pernah membaca beberapa kali ribuan masayarakat berangkat dari Alun-alun Utara menuju ke gedung DPR untuk menyetakan dukungannya kepada pemerintahan GD? Gerakan masyarakat Yogya yang menuntut recall si Wazier muncul di pemberitaan enggak? Wakil DPRD yang mengatakan kesulitan untuk me recall karena mekanisme belum ada muncul enggak? Nah, inilah hebatnya strategi itu. Kelihatan sekali bahwa arah gerakan mereka sudah terarah berpihak ke salah satu kekuatan politik saat ini, yaitu yang berseberangan dengan pemerintahan saat ini. Sayangnya, tanpa disadari, gerakan itu jelas telah menunjukkan segmentasi afiliasinya sehingga secara tidak langsung bisa menunjukkan bahwa mereka tidak mewakili seluruh mhs atau rakyat. Biasa kan, kalau tidak mayoritas lalu sering menyebut mayoritas sebagai pelindung. Misal, mengatas namakan rakyat, mengatas namakan teman2 kantor (sering kan mBien). Coba aja siapa yang kemarin dalam sidang paripurna sering menyebut rakyat padahal mereka hanya mewakili 1 digit %. Pada dasarnya, sudah menjadi tradisi bahwa gerakan mhs yang sesungguhnya dan mengakar tidak terwakili dalam lembaga seperti BEM. Berbeda dengan masa lalu ketika GMNI- HMI-CGMI (he... he... Nas-A-Kom ya Bung MYP) bertarung untuk memperebutkan masa melalui tentir dan posisi di lembaga2 mhs. Sekarang? he... he... apa ada ya kira2 nanti ada yang bisa menyamai Syahril, Rizal Ramli, Wimar, Arif Budiman, dll.? Kita telah kehlangan dua generasi mBien. AsliWates (persisnya Pengasih) ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke