Senior di tempat kerjaku heran bukan main
dengan langkah GD mengganti YAM dengan BL.
Dia bilang: "GD itu kok yaaa ada saja ya langkahnya.
YAM lepas nemu BL, malah sekarang YAM sendiri
jadi sindiran dan cemo'ohan beberapa kolega
yang dulu rasanya dekat. Seperti RR maupun to-
koh tokoh lain"
Kakak kelas-ku bilang: "Lha iya, GD itu kok sepertinya
selalu saja nemu akal dan licin sekali"
Aku hanya nimpali: "Satu saja kelemahan GD,
yaitu dia tidak bisa melihat. Seandainya dia bisa melihat
normal, maka akan tahu betul ekspresi orang-2 disekitarnya
yang menyangkut loyalitas atau apa saja yang berkenaan
dengan suasana batin seseorang. Suasana batin yang
dapat dilihat dari SOROT MATA. Dan sayang faktor
lemah dan paling lemah ini yang dulu dimanfaatkan
oleh PT untuk mendudukkannya sebagai presiden.
Padahal tokohnya telah diperingatkan oleh pendukung
GD yi. Mohamad Sobary, bahkan langsung kepada
AR, bahwa GD dengan kondisi begitu tidak cocok
untuk mresiden"
Seniorku nyambung: "Hahahaa, iya bener itu, artikel
MS itu saya sebarkan ke mahasiswa-2 saya agar
lebih melek keadaan. Padahal akupun juga bukan
pembela GD atau pendukung AR atau simpatisan
MW. Yang saya pentingkan adalah wawasan pikir
dan kebijakan moralitas mahasiswa, agar jangan
sampai mengulangi kesalahan kakak-kakak mereka
di tahun 1966, sehingga melahirkan ORDE BARU"
Kakak kelasku ikut nyambung: "Tapi, Boss, apa
coba jasa GD kepada negara dan bangsa selain
kekisruhan dan jungkir baliknya nalar. Buat apa
dia dijadikan Guru Bangsa, segala?"
Aku menimpali: "Salah satu hasilnya yaaa Sampeyan
dapat mengumpat GD seenak sendiri itu... hehehe,
apa dulu Sampeyan berani sekenceng ini "ngrasani"
seorang presiden?"
Senior membelaku dan menasihati Kakak kelas:
"Secara visioner memang positif dengan kebebasan
pers, aktivitas lembaga parlemen, terbukanya kasus-
kasus penyelewengan, termasuk yang sekecil BB-gate
yang menyangkut presiden saja terkuak. Kelemahannya
ya itu tadi terletak pada kebutaan GD. Dan ini harus
kita pahami sebagai suatu tindakan PEMBOHONGAN
terhadap publik dan peracunan total kepada
pendukung GD yang fanatis. Itu yang saya kesankan
kepada mahasiswa-mahasiswa ku dalam setiap kesempatan,
agar menyadari hal ini. Bahwa sebagai bangsa kita
telah berbuat keliru yang fatal dan menghinakan diri
dengan mengangkat seorang buta menjadi presiden.
Sehingga orang goblog pun akan faham bahwa ada
maksud-maksud tersembunyi dengan hal itu"
Aneh, tiba-tiba Kakak kelas ku yang mulai menanjak
spiritualismenya akibat pergaulan di kampus nyelethuk:
"Iya juga, lha orang yang shalatnya pun tidak mampu
berdiri kok dijadikan imam negara... padahal orang diijinkan
shalat begitu bila kondisi fisiknya tak memungkinkan. Saya
jadi heran, bahwa justru yang mempromosikan GD waktu
itu adalah orang-orang Islam. Malah garis keras lagi"
Seniorku menutup dengan pertanyaan: "Maka baca dulu
tulisan MS di kompas minggu kemarin.. masalahnya kan
tinggal mencari tahu siapa yang dimaksud dengan BUAYA
JAHAT yang akan menyembul dari kedua belah kaki MW?"
Ada yang berniat memberitahu?
Ki Pengamat Pagelaran
--------------------------
apa bedane P-3 ambek PAN ?
----- Original Message -----
From: "$Bji(B" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, February 10, 2001 4:24 PM
Subject: [Kuli Tinta] Lopa diangkat P3 bingung
Partai Persatuan pembangunan lagi bingung berat.
Beberapa waktu yang lalu, PPP sedang berpikir
untuk menarik annggotanya dari kabinet. Belum
sampai hal itu menjadi keputusan, Lopa yang Ketua
Dewan pakar PPP diangkat menjadi menteri yang
menggantikan Yusril.
Tentu saja, aneka ragam reaksi muncul termasuk
reaksi Bachtiar Ketua pansus BB gate. Pada umumnya
rekasi sepihak muncul misal mestinya Lopa eminta
ijin dari DPP apalagi kini PPP berseberangan
dengan Pemerintahan GD. Yang menarik, Lopa justru
mengatakan bahwa beliau tidak perlu meminta ijin
kepada siapapun untuk menduduki jabatannya
sekarang. Memang, seperti dikatakan oleh Lopa, ia
menduduki jabatan itu karena ia ahli hukum. Jadi
bukan karena beliau dari PPP. Beda kan dengan
semangat kabinet Pelangi yang sebelumnya.
Permainan memang menjadi menarik apalagi kalau
kita melihat bahwa harun Al Rasyid juga sudah
berada disamping GD. Tampaknya, akselerasi untiuk
belajar berdemokrasi memang dituntut untuk
meningkat sehingga semangat yang berlawanan lalu
akan kelihatan menjadi aneh.
$Bji(B
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan
sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com<--
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
- [Kuli Tinta] Lopa diangkat P3 bingung ��
- Re: [Kuli Tinta] Lopa diangkat P3 bingung asep septiawan
- Re: [Kuli Tinta] Lopa diangkat P3 bingung Fukuoka Kitaro
- Re: [Kuli Tinta] Lopa diangkat P3 bingung $Bji(B
- Re: [Kuli Tinta] Lopa diangkat P3 bingung Fukuoka Kitaro
- Re: [Kuli Tinta] Lopa diangkat P3 bingung GIGIH NUSANTARA
- Re: [Kuli Tinta] Lopa diangkat P3 bingung Fukuoka Kitaro
- RE: [Kuli Tinta] Lopa diangkat P3 bingung Fukuoka Kitaro
- RE: [Kuli Tinta] Lopa diangkat P3 bingung Dadi
