Militer yang mana San?

Siapakah yang dibelakang Mhs di tahun 66? Semua
angkatan?

Siapakah yang paling banyak menjalankan ''dwi
fungsinya'' yang banyak menimbulkan masalah selama
Orba dan oleh Nasution sendiri dikatakan
kebablasen?

Kalau kemarin di sidang Paripurna itu PDKB dan
FKKI tidak mengemukakan fakta dan argumentasi yang
bisa mengubah penilaian kita mengenai hasil Pansus
maka sikap TNI/Polri itu bisa dimengerti. Namun,
dengan informasi tambahan dari kedua fraksi itu
maka sikap TNI/Polri itu menimbulkan kesan ikut
bermain yang sulit dibantah. Apakah benar sesuai
dengan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit? Sadarkah
mereka bahwa pada saat yang sama prajurit
TNI/Polri yang meninggal di ujung barat dan timur
terus bertambah?

----- Original Message -----
From: Fukuoka Kitaro <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, February 10, 2001 12:01 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Lopa diangkat P3 bingung


From: "asep septiawan" <[EMAIL PROTECTED]>
Berkaitan dengan pengangkatan Baharudin Lopa, pada
kubu PPP justru tidak membuat bingung. Sebab, di
sana,
ada benturan politik yang cukup keras, yang selama
ini
dibawakan oleh Hamzah Haz. Secara politis, Hamzah
justru membutuhkan keadaan ini agar bisa masuk
lagi ke
dalam area elit politik yang punya kredibilitas.
Tampaknya, di sini, mungkin kesintingan Gus Dur
dalam
memainkan peta politik praktis.
Dari penarikkan Lopa, Gus Dus coba menarik garis
bahwa
dirinya siap untuk berkongkalingkong dengan pihak
manapun. Sekaligus menancapkan pengaruh bahwa peta
permainan dipegang olehnya.

septi
--------
Sak Sinting-sintingnya GD, sampai kini dia adalah
presiden hasil pemilihan MPR. Ya, MPR yang selalu
memplokamirkan diri sebagai wadah (klonthongan)
daripada DPR. Yang barusan hari salah satu
anggotanya
berniat untuk mengumpulkan tanda tangan guna
mencari jalur cepat SI sehingga menjadi
konstitusional.
Bebeberapa tokoh telah membubuhkan tanda tangan.
Sementara itu ketua sidang pada paripurna dalam
masalah pansus, mengaku harus GARUK-GARUK KEPALA
menghadapi politisi-2 muda yang keburu nafsu
pengin jadi tokoh penting itu!

Tinggal menilai mana yang lebih sinting, ketika
seorang ketua MPR yang beberapa kali ditolak
oleh sebagian rakyat untuk mengunjungi suatu
daerah, kemudian seperti mengobarkan kebencian?
Yang semua orang bahkan mungkin dunia
international
tahu kalau GD nangkring di kursi presiden itu
atas jasa beliau. Baca saja kisah dari pedagang
ikan bakar, di harian kompas yang mengenang
kejadian tanggal 27 September 1998. Pakai
diabadikan dengan foto lagi.

Lebih sinting mana dengan lonjakan kesimpulan
pansus yang langsung menjadi vonis bahwa ada
pelanggaran thd. apa saja yang layak dijadikan
bekal untuk meng-SI-kan presiden. Sementara
itu barusan tokoh pansus itu sendiri menyatakan
bahwa secara yuridis kesimpulan pansus hanyalah
informasi yang perlu ditindaklanjuti?

Dan harus diingat, dengan kesemrawutan ini
serta terancamnya GD rontok, siapa yang
paling diuntungkan?
Apakah MW?
Atau AR?
Atau Golkar?
Atau militer?
Ingat, militer telah berlatih pada saat genting
di paripurna DPR kemarin. Dan rupanya mendapat
angin... Ingat tuntutan reformasi dengan
dwi-fungsi
militer.... Dan ingat bahwa salah satu produk
hasil
demo mahasiswa angkatan 66 adalah berdirinya
rezim ORBA... yang berbelok arah.

    Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?



...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan
anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com<--



















...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke