kalau menurutku yang masih berusaha memahami agama
(dan agama-agama) maka agama itu selalu membawa
ciri:
1. punya sesembahan
2. punya ritual (termasuk doa-doa, mantera-2)
3. punya altar (tempat yang disucikan)
4. dan yang ini sayang sekali, memiliki sifat mitologis
yang kadang-kadang diperlukan atau menjadi alat satu-satunya
dalam membela 1,2 dan 3 itu. terutama bila ke-3 nya itu
di-utak-utik oleh orang lain. termasuk oleh sesama pemeluknya.
maka tak heran lalu muncul mazab-2 dan sekte-sekte. yang
sayang sekali malah sering eker-ekeran lebih keras dibandingkan
dengan 'agama lain'. maka postingku kemarin saya sebut
'ndak baik uthak-uthik 'bacaan sembahyang' sama sekali
bukan 'uthak-uthik agama'. apakah uthak-uthik itu tidak dilakukan
oleh tokoh-2 agama? jawabannya jelas iya! buktinya saja
sudah kelihatan dengan aliran-aliran yang sekarang marak.
bukti kungkrit menurut saya adalah 'editing' qur'an oleh
uthman bin affan itu termasuk di dalamnya. sehingga
sekarang 'qur'an' dianggap diturunkan mek-jleg berbentuk
kitab, sehingga lagi seenaknya dicuplak-cuplik demi
kepentingan pencupliknya. melahirkan fatwa-fatwa. (di agama
lain aku tak tahu, karena belum sempat membaca sejarahnya).
tapi untung bahwa
5. agama itu pada dasarnya bermuara pada kebaikan. kalau
bukan ke sana, berarti bukan agama!
salam,
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--