----- Original Message ----- 
From: "BKC1214 Nopi Hidayat" <[EMAIL PROTECTED]>
---
Tolong dong Ki gimana ceritanya, pas ada di sana (Norwegia)
seperti kata bung Aswat,
Salam,
==============
wah sayang aku tak punya lagi buku atlas, sehingga tidak dapat
melihat norway itu di lintang (latitude) berapa derajat utara.
yang jelas ada sekali aku tonton tayangan negeri utara (sedikit
lebih utara dari siberia, dan masih berpenghuni dari 'ras' mongoloid)
judul tayangan di nhk waktu itu judulnya 'negeri-2 yang tak pernah
siang' (hiru wa nai no kuni-guni). memang di sana adalah padang
tundra dan hutan conifer. hewan yang mampu hidup untuk keperluan
pangan (dulu juga sandang) hanyalah rusa kutub (sebangsa reindeer
yang hidup di daerah artik-asia).
negeri itu 3 bulan pagi, 3 bulan sore, 3 bulan senja dan 3 bulan 
malam. 3 bulan sore itu sebenarnya 'musim panas'. jadi kalau masih
ditentukan juga disitu ada ummat islam yang berniat puasa, maka 
kapan dia sahur? kapan dia berbuka dan kapan mereka shalat 
tarawih?

dalam keseharian juga sulit dibayangkan bagaimana mereka
menjalankan shalat 5 waktu? dengan matahari yang tidak pernah
kulminasi? dan aku menjadi maklum karena memang 'ras mongoloid'
penghuni di situ (mungkin serupa dengan yang di greenland dengan
bangsa eskimo-nya) tidak beragama islam. reindeer yang diburu
semua dimanfaatkan, termasuk 'darah' dan isi perutnya kecuali
isi wadug, usus dan tentunya empedunya. 

norwegia aku yakin sedikit lebih rendah latitudenya, sehingga masih
sempat mengalami matahari berkulminasi pada musim panas.
namun tetap saja panjang penyinaran (day-length) mencapai 18
jam sehari. suasana panas dan lembab selama 10 jam paling
tidak, tentunya akan menimbulkan 'kepayahan' bila mereka
berpuasa. jangankan sampai norwegia, lha kemarin di hiru-zen,
okayama jepang, januari pertengahan turun salju 10 hari secara
menerus. sulit pula untuk menentukan kapan saat shalat wajib
5 waktu. maka di sinilah gunanya 'jam'. jam yang dirakit oleh
manusia karena memiliki 'aqli' punya pikiran dan nalar
(aku baru mendapati 14 kali kata ta'qiluun dalam kitabullah,
suatu suruhan untuk berfikir dan bernalar... menggunakan akal)

btw, tentang penulisan huruf besar atau kecil, sebenarnya
aku malah heran. di hurf arab, apakah ada pembedaan alif
untuk tuhan-allah dan alif untuk ahmad? atau alif untuk amir?
di huruf latin memang lain. apalagi bahasa anglosaxon, sedangkan
'i' untuk menyebut 'aku' saja musti huruf besar je. belum lagi
bila menjadi bahasa lisan. bisakah dibedakan orang menyatakan
aku dengan 'a' kecil dengan aku dengan 'a' besar?

salam,

    Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
apa bedane uwong ambek
manungsa?
sore itu sebenarnya 



...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke