Mungkin bung 'Hamba Allah' ini lupa
akan peristiwa "serangan fajar" menjelang hari
PEMILU ?
Salam,
:WS:
----- Original Message -----
From: "Lik Uhu" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, May 23, 2001 7:42 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] 'Perlu Dekrit Bubarkan Golkar'
> Abdullah Hasan wrote:
>
> > Sepintas lalu, move yang dilakukan oleh sekumpulan partai gurem dan
orang-orang
> > simpatisan lenin yang suka pada istilah sebangsa "komite" , dsb. , amat
> > masuk akal. Dosa rezim Suharto memang amat lengket dengan Golkar.
> > Tapi manusia yang berjiwa demokratis tulen tentunya berpikir keras.
Puluhan juta
> > suara warganegara telah dititipkan ke Golkar pada pemilu yang relatif
bersih.
> > Jumlahnya nomor dua dibawah PDIP. Apa hak seseorang untuk menginjak hak
puluhan
> > juta rakyat ? Sok, mau jadi Tuhan rupanya!
> *********************************************
>
> Waduh...waduuh...membela statusquo sih boleh-boleh saja, tapi
> kok nama-nama Tuhan dibawa-bawa. Kalau begini, ati-ati lho kualat
> diambang pintu. "Puluhan juta suara warganegara telah dititipkan ke
> Golkar
> pada pemilu yang relatif bersih," begitu kata bung Abdullah Hassan
> [Abdullah ini kan artinya Abdi Allah ya].
> Kelihatannya Golkar mendapat banyak suara, puluhan juta, dus masih
> banyak pendukung dari kelompok demokratis, katanya. Masih diembel-embeli
> "pemilu yg
> relatif bersih lagi".
>
> Ini pernyataan yg khas, penuh pelintiran, hasil didikan sistem mbah
> A$uharto.
>
> Mari kita lihat dengan teliti ya:
> * Dukungan puluhan juta kepada Golkar, itu dari mana?
> Kan pinter-pinternya melintir peraturan pemilu. Golkar itu kan nggak
> laku di Jawa, jadi mereka cari di luar Jawa. Masih pura-pura nggak ingat
> peraturan pemilu yaa... atau sengaja memang melintirnya kesitu
> hehehe....
> 23.000 [dua puluh tiga ribu suara, di NTT misalnya sudah cukup utk
> ngirim satu orang wakil rakyat ke DPR Pusat]. Kalau di Jawa ibaratnya
> harus
> mendapat 23.000.000 [dua puluh tiga juta lho bung Abdi Allah]. Lalu
> mungkin ada
> reaksi so what? Nah itu, lihat dulu dong, Golkar nomer dua kan
> pinter-pinternya main curang tuh.
>
> Belum lagi kalau anda lihat kampanye-nya di luar Jawa.....
> weleh-welehhh.... nggilani kata orang Jawa. Persisss....dgn model
> "teror alus" yg bawa-bawa nama "Lenin" itu. Dulu kalau milih PDIP itu
> mereka
> bilang "merah" sambil tangan digerakkan di leher [artinya akan digorok
> yg
> milih bukan Golkar. Milih PDIP berarti milih "merah", berarti milih
> "komunis". Kampanye yg sangat memuakkan...]
>
> Pokoknya komen bung Abdi Allah penuh racun provokasi dah, sampai-sampai
> Lenin, komite, dibawa-bawa juga. Biarkan azha si Lenin di Russia sana
> ah.. ha...ha..ha... Akal-akalnya lagi tuh orang-orang Golkar ngantem
> komunis,
> padahal perilaku yg paling komunis kan ya Golkar-Golkar itu- Golongan
> pembuat Makar itu - menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.
>
> * "Relatif bersih" hahaha...haha.... mosok tega anda menipu para
> wartawan yg pinter mengendus fakta-fakta tersembunyi dan disembunyikan.
> Dikira rakyat yg agak berpendidikan sedikit, tidak ngerti tah, permainan
> licik dan curang dari Golkar, yg memakai uang 90 milyard rupiah, lalu
> masih
> ada lagi 15 milyard. Untuk apa uang sebanyak itu? He..he..he...
> anak kecil juga tau.... Banyolan yg sungguh konyol deh.
>
> Setelah permainan licik dan penuh tipu dilancarkan dan ditutupi dgn
> segala macam cara, dari halus sampai penuh ancaman...eeeeh....sekarang
> ngomongnya berlagu "demokratis", "relatif-bersih", "didukung puluhan
> juta rakyat"....byuhhh...byuuuuh....babi nguyuuuhhhh....
>
> Abdi Allah menyebar bisa lagi:
> > Memang murid-murid Suharto yang jiwanya suka menginjak hak-hak
> > rakyat , tapi diluarnya demen menggunakan kata "rakyat" , masih
berkeliaran
> > dimana-mana. Mesti rajin di-sweeping .
> > Wassalam,
> > Abdullah Hasan
>
> Komen saya cuma satu: apa dikira nggak capek rakyat ditipu terus dgn
> cara bodoh seperti diatas: "Maling teriak maling".... Belum lagi
> buntutnya ngancam lagi: "Mesti rajin di-sweeping".
>
> Wong sudah membuat negeri ini hancur tidak karu-karuan,
> kok berani-beraninya para pendukung Golkar ini ngancam-ngancam ya...
> yah... mungkin sudah terbiasa 32 tahun hanya main bedil, rampas, dan
> rampok mungkin yaa....Sudah kebablas merasa terus yg paling kuasa,
> dan mainnya cuma bisa dgn cara kekerasan, mlintir, nepu sih.
>
> Bubarkan Golkar melalui jalur hukum dan konstitusional!
> bongkar semua kejahatan masa lalunya
> apa lagi bukannya tobat, tapi malah ngancam macem-macem!!!.
>
> Salah reformasi yg diaborsi, dirampok dan dijegal dimana-mana !
> Lik Uhu
>
>
>
>
> > > Kepada Soetardjo, mereka juga meminta dibentuk tim pencari fakta
kejahatan
> > > politik Orde Baru. Selain itu, RUU Susduk DPR/MPR, RUU Pemilu dan RUU
Parpol
> > > agar dicantumkan mengenai ketentuan pelanggaran dan diskualifikasi
Partai
> > > Golkar dalam mengikuti pemilu mendatang.
> > >
> > > Berbagai hukuman ini, menurut mereka adalah sanksi atas keterlibatan
Golkar
> > > dalam kejahatan politik dan pelanggaran hak-hak politik rakyat selama
masa
> > > Orde Baru.(tis)
>
>
> ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--