Lik Uhu ini tampaknya pendatang baru di milis ini ya sampai tidak
tahu kebesaran, kebiasaan, dan konsistensi wak Hasan.
Sebagai pendatang baru saya menyarankan agar Lik Uhu jangan
berbicara dengan fakta dan logika serta dilandasai oleh kejujuran.
Kita yang sudah lama disini kan jadi ngak enak kalau Wak Hasan
dikomentari seperti itu.
Lik Uhu ini telah salah membaca Wak Hasan, Wak itu bukan pendukung
Golkar tetapi pendukung berat reformasi yang dikomandoi oleh AR
sampai kini.
----- Original Message -----
From: Lik Uhu <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, May 24, 2001 12:42 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] 'Perlu Dekrit Bubarkan Golkar'
Abdullah Hasan wrote:
> Sepintas lalu, move yang dilakukan oleh sekumpulan partai gurem
dan orang-orang
> simpatisan lenin yang suka pada istilah sebangsa "komite" , dsb.
, amat
> masuk akal. Dosa rezim Suharto memang amat lengket dengan
Golkar.
> Tapi manusia yang berjiwa demokratis tulen tentunya berpikir
keras. Puluhan juta
> suara warganegara telah dititipkan ke Golkar pada pemilu yang
relatif bersih.
> Jumlahnya nomor dua dibawah PDIP. Apa hak seseorang untuk
menginjak hak puluhan
> juta rakyat ? Sok, mau jadi Tuhan rupanya!
*********************************************
Waduh...waduuh...membela statusquo sih boleh-boleh saja, tapi
kok nama-nama Tuhan dibawa-bawa. Kalau begini, ati-ati lho kualat
diambang pintu. "Puluhan juta suara warganegara telah dititipkan
ke
Golkar
pada pemilu yang relatif bersih," begitu kata bung Abdullah Hassan
[Abdullah ini kan artinya Abdi Allah ya].
Kelihatannya Golkar mendapat banyak suara, puluhan juta, dus masih
banyak pendukung dari kelompok demokratis, katanya. Masih
diembel-embeli
"pemilu yg
relatif bersih lagi".
Ini pernyataan yg khas, penuh pelintiran, hasil didikan sistem
mbah
A$uharto.
Mari kita lihat dengan teliti ya:
* Dukungan puluhan juta kepada Golkar, itu dari mana?
Kan pinter-pinternya melintir peraturan pemilu. Golkar itu kan
nggak
laku di Jawa, jadi mereka cari di luar Jawa. Masih pura-pura nggak
ingat
peraturan pemilu yaa... atau sengaja memang melintirnya kesitu
hehehe....
23.000 [dua puluh tiga ribu suara, di NTT misalnya sudah cukup utk
ngirim satu orang wakil rakyat ke DPR Pusat]. Kalau di Jawa
ibaratnya
harus
mendapat 23.000.000 [dua puluh tiga juta lho bung Abdi Allah].
Lalu
mungkin ada
reaksi so what? Nah itu, lihat dulu dong, Golkar nomer dua kan
pinter-pinternya main curang tuh.
Belum lagi kalau anda lihat kampanye-nya di luar Jawa.....
weleh-welehhh.... nggilani kata orang Jawa. Persisss....dgn model
"teror alus" yg bawa-bawa nama "Lenin" itu. Dulu kalau milih PDIP
itu
mereka
bilang "merah" sambil tangan digerakkan di leher [artinya akan
digorok
yg
milih bukan Golkar. Milih PDIP berarti milih "merah", berarti
milih
"komunis". Kampanye yg sangat memuakkan...]
Pokoknya komen bung Abdi Allah penuh racun provokasi dah,
sampai-sampai
Lenin, komite, dibawa-bawa juga. Biarkan azha si Lenin di Russia
sana
ah.. ha...ha..ha... Akal-akalnya lagi tuh orang-orang Golkar
ngantem
komunis,
padahal perilaku yg paling komunis kan ya Golkar-Golkar itu-
Golongan
pembuat Makar itu - menghalalkan segala cara untuk mencapai
tujuan.
* "Relatif bersih" hahaha...haha.... mosok tega anda menipu para
wartawan yg pinter mengendus fakta-fakta tersembunyi dan
disembunyikan.
Dikira rakyat yg agak berpendidikan sedikit, tidak ngerti tah,
permainan
licik dan curang dari Golkar, yg memakai uang 90 milyard rupiah,
lalu
masih
ada lagi 15 milyard. Untuk apa uang sebanyak itu? He..he..he...
anak kecil juga tau.... Banyolan yg sungguh konyol deh.
Setelah permainan licik dan penuh tipu dilancarkan dan ditutupi
dgn
segala macam cara, dari halus sampai penuh
ancaman...eeeeh....sekarang
ngomongnya berlagu "demokratis", "relatif-bersih", "didukung
puluhan
juta rakyat"....byuhhh...byuuuuh....babi nguyuuuhhhh....
Abdi Allah menyebar bisa lagi:
> Memang murid-murid Suharto yang jiwanya suka menginjak hak-hak
> rakyat , tapi diluarnya demen menggunakan kata "rakyat" , masih
berkeliaran
> dimana-mana. Mesti rajin di-sweeping .
> Wassalam,
> Abdullah Hasan
Komen saya cuma satu: apa dikira nggak capek rakyat ditipu terus
dgn
cara bodoh seperti diatas: "Maling teriak maling".... Belum lagi
buntutnya ngancam lagi: "Mesti rajin di-sweeping".
Wong sudah membuat negeri ini hancur tidak karu-karuan,
kok berani-beraninya para pendukung Golkar ini ngancam-ngancam
ya...
yah... mungkin sudah terbiasa 32 tahun hanya main bedil, rampas,
dan
rampok mungkin yaa....Sudah kebablas merasa terus yg paling kuasa,
dan mainnya cuma bisa dgn cara kekerasan, mlintir, nepu sih.
Bubarkan Golkar melalui jalur hukum dan konstitusional!
bongkar semua kejahatan masa lalunya
apa lagi bukannya tobat, tapi malah ngancam macem-macem!!!.
Salah reformasi yg diaborsi, dirampok dan dijegal dimana-mana !
Lik Uhu
> > Kepada Soetardjo, mereka juga meminta dibentuk tim pencari
fakta kejahatan
> > politik Orde Baru. Selain itu, RUU Susduk DPR/MPR, RUU Pemilu
dan RUU Parpol
> > agar dicantumkan mengenai ketentuan pelanggaran dan
diskualifikasi Partai
> > Golkar dalam mengikuti pemilu mendatang.
> >
> > Berbagai hukuman ini, menurut mereka adalah sanksi atas
keterlibatan Golkar
> > dalam kejahatan politik dan pelanggaran hak-hak politik rakyat
selama masa
> > Orde Baru.(tis)
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan
sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com<--
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--