Bagai garam dalam semangkuk sup, begitu ada emosi, diskusi milis menjadi
semakin asyik. Asal jangan kebanyakan. Bisa terasa sepet campur kecut
seperti jaman " kapal selam bersama WAM" dulu itu. Masakan seperti itu
menyebabkan milis jadi menyebalkan.

Omong-omong, rupanya banyak yang pingin Golkar dihapuskan sekarang ini.
Akibatnya memang bisa menyenangkan beberapa orang yang senang berpikir
"kesusu" tanpa kerja. Umpamanya PDIP yang masih jauuuuh dari separo, bisa
mimpi disulap jadi 68%. Atau PRD yang simpatisan lenin itu, jangan-jangan
mimpi jadi 80%, dari pendapatan pemilunya yang cuma enam-tujuh orang?. Yang
penting bukan becandaan seperti itu. Bagaimana nasib suara rakyat yang sudah
terlanjur masuk kesana ? Apakah tidak sebaiknya hal itu dilakukan pada
sebelum pemilu ( akan datang) sehingga keterlanjuran tidak terjadi? Saya kok
mikir betapa sewenang-wenangnya kita memberi cap bodoh saudara kita yang
diluar Jawa ( karena gampang dikibuli Golkar, sedangkan yang di Jawa tidak).
Karena itu demikian sewenang-wenangnya kita mencap bahwa pemilu yang di
Jawa, "mungkin relatip bersih" , yang diluar jawa masih "amat kotor".
Jangan-jangan itu sikap kita yang amat arogan?!.

Dilain pihak, kalau kita mau fair, dengan berkata bahwa kita tidak bisa
menerima pemilu yang lalu "seluruhnya", karena masih terdapat terlalu banyak
penipuan,dsb. Apakah kita mau membubarkan semua lembaga negara yang ada
sekarang? Apakah ada yang berani berkata seperti itu ?

Wassalam,
Abdullah Hasan.



...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 

Kirim email ke