--- Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Cak Gigih, Kawan-kawan,
> Cermin besar itu cuma ada di pewayangan dan dalam
> mimpi. Dalam kenyataan,
> masing-masing kita cuma memegang dan punya sebuah
> cermin kecil. Seandainya
> kita mau telaten mendengar dan berbagi kabar dari
> manusia lain. Mencari tahu
> gambar apa yang ada di cerminnya . Niscaya kita
> akan punya gambar besar.
>
> Wassalam,
> Abdullah Hasan.
-------
Cermin yang Anda maksud beda dengan cermin yang aku
bicarakan, kang. Cerminku lebih aku sanepakan, kenapa
negeri ini kita relakan untuk cuma diurus (mana salah
lagi) oleh elit semata. Kenapa kita tak pernah tegas
mendengarkan suara rakyat sebenarnya, mereka yang
banyak, yang diam, dan kini mulai berani berteriak.
Sementara, kalau cuma gabung-gabung cermin-cermin
kecil seluruh bangsa, maka yang kita lihat adalah
sebuah mozaik tanpa tema. Dan tetap saja 'kaki' itu
tak pernah terperhatikan.
=====
+==========================================================+
| Sugih durung karuwan, sombong didisikno... |
| Nek kate banyolan, http://matpithi.cjb.net ae, rek... |
+==========================================================+
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Yahoo! Auctions - buy the things you want at great prices
http://auctions.yahoo.com/
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--