Tahun 1998 kita telah belajar banyak dari Orbais yang mengangkat kembali Soeharto
sebagai Presdien secara aklamasi. Tiga bulan kemudian, ketua MPR Harmoko dan
wakil-wakilnya dikuyo-kuyo oleh mhs. Banyak mantan pejabat Orba akhirnya tidak kajen
meskipun ada pula yang muka beton tetap merasa benar tidak bersalah sama sekali....
Sejarah adalah koco benggolo. Mari kita menunggu apa pelajaran berikutnya yang akan
diberikan oleh sejarah.
----- Original Message -----
From: Ki Denggleng Pagelaran <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; DPR MPR Watch! <[EMAIL PROTECTED]>;
wojoseto <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>;
<[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, July 11, 2001 6:27 AM
Subject: [Kuli Tinta] Kopi Pagi: Amanat kang wis Kliwat
BS: "Weleh, orang-orang itu apa ndak takut kuwalat ya Den?"
RP: "Kuwalat itu apa? Wong politik kok ada kuwalat-
kuwalatan?"
LO:"Kalau miturut Mat Pithi, kuwalat itu kayak jambu mente itu
lho Den, kepalanya di bawah, bokongnya di atas....!"
BS: "Lee.. aku ini sedang serius... kok malah sewot. Pagi-pagi
ngopi bareng juragan kok nyebut bokong... bokongnya
Makmu itu apa?"
LO: "Hahahaha.. Lek Soel yang sewot.. kalau bokongnya mak-
ku, yaa ndak jauh-jauh dari Lek Soel sendiri wong sampe-
yan itu Mak Cilikku... "
RP: "Hiya lho Lek, apa sih mBah kuwalat itu... mereka itu kan
sedang maen politik? Kan dalam politik itu konon ndak
ada lagi etika, unggah-ungguh, apalagi 'netepi janji'...
BS: "Lha ya itu maksud Hamba Juragan... masalah netepi janji
itu. Janjinya kan dulu maunya negeri ini biar aman, biar
ndak kisruh, lantas menerima ketika ketua umum
partainya 'wurung' jadi Sri Ratu.... lha kok sekarang ikut-
ikutan yang dulu hanjegali sri paduka Ratunya itu lho yang
tak maksud kuwalat..."
LO: "Ooooo ini membicarakan politikusnya PDI-Perjuangan
to? Menyoal koh-tokoh politik yang ndak jelas perjuangan-
nya itu to? Leek.. Lek, wong mereka itu sedang molitik,
paling-paling yaaa berebut yang pol-polnya ming sitik...
cumak sedikit.. wong paling nanti kalau lancar pasca
2004 belum tentu kepilih... apalagi dipercepat,
percayalah!"
BS: "Bukaaan.... bukan itu masalahnya... tapi itu lho... wah
kamu sih Le, dulu ndak nyoblos partai cap Sapi.. lha aku
ini kan tiwas dulu harap-harap cemas dan melok surak-
surak ketika PDI-P menang... Kalau kamu kan jelas
jagomu cuman sempat berdebat sebagai calon
presiden, kemudian malah blangsak dengan modal 7%
kursi mampu mempecundangi tokoh lainnya, karena
deket-deket Gusdur terus...Janjian lah..."
LO: "Hahaha.. wong jelas jago eh babon Sampeyan yang nje-
gideg diem thok gitu lho. Masak dah pada pengalaman
jadi kaum parlimun kok keok mulu... huhuhuuuuu..."
RP: "Ya sudah, masalahnya apa... gimana kok ada pertanyaan
kuwalat atau ndak itu?"
BS: "Kuwalat, lha mereka kan mengatasnamakan terus nama-
rakyat kek, kongres kek, amanat kek, kebangkitan kek...
apalagi perjuangan....."
LO: "Weeh.. menarik nih.. maksudnya gimana Lek?"
BS: "Itu lho calon wakil dari Tulungagung itu kan tadi ngomong
bahwa dukungan partai menaikkan Megawati jadi presi-
den bila Gusdur turun, sesuai dengan amanat konggres
di Bali dan Semarang... itu lho....?"
RP: "Lho kan memang iya, terus apa salahnya?"
BS: "Bodhon saja Den.... Ketika PM Obuchi semaput, kan
menteri-menterinya merontokkan diri, terus pemilihan PM
baru yang jatuh pada si Gendut Mori itu... terus ketika
Estrada kena sepak, Aroyo naik, kan langsung pemilu...
Lha ini Gusdur kan tidak diboikot oleh menteri-
menterinya.. malah Mega yang sering mboikot.."
LO: "Hahahaa.... jangan dipakai contoh dari luar lah Lek.
Negeri ini memang aneh pokoknya. Jagoku itu, cuman
7% bisa jadi ketua MPR, kendel lagi sukak gembar-
gembor.. ada lagi mantan calon presiden yang tak punya
korsi cuwawakan, atau orang non parte yang pingin jadi
presiden... wiss pokoknya jangan dicari lah
bandingannya.."
RP: "Benerrr... bener, justru Megawati yang sering diem itu kan
memperjuangkan amanat konggres nya. Hahaha.... weh...
merah padam rek mBah Soel.... ampun duka mbaaaah....
ampun.."
BS: "Ini juga apaaaa... ngelmuwan gombal.... amanat-amanat
apanya... amanat kang wis kliwat iya... wong berjuang di
SU MPR saja ndak becus kok pakai cara kotor dan
nista.... huuuu. Bubar aja deh Den, negaranya... bikin
baru, presidennya keponakan Njenengan, Pak Ngarso
Dalem itu lho.... ditanggung siip... kalau ndak laku ya
cukuplah wilayah JoLo... Jogja Solo.... hehehe...."
LO: "Semprulllll....!"
Ki Denggleng Pagelaran
--------------------------
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--