> --- �� <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Sejarah adalah koco benggolo. Mari kita menunggu
> apa
> > pelajaran berikutnya yang akan diberikan oleh
> > sejarah. 

He ... he ... "sejarah adalah koco benggolo", ungkapan
ini mengingatkan saya pada seseorang yang sudah jadi
"budayawang" di Yogya yang ngangkat Gus Dur jadi
semar, terus pas sekarang Gus Dur kelabakan,
munthir-munthir kiri-kanan sibuk menjauh-jauhkan diri.


Kang Aswat,
ente dari Yogya kan? Mesti yo tau sing tak maksud.
Well, koco benggolo. Bukankah sebenarnya fungsi dari
koco benggolo itu untuk matut-matut diri, agar tetap
merasa tampan. Saya kok ngeliatnya sebagai bentuk
narsisme. Karena letaknya di ruang tamu dan besarnya
bukan alang kepalang kan?

Sekitar 5 taon lalu, aku sungguh terpesona dijelasin
soal ini sama 'budayawang' ahli sastra Jawa soal
konsep koco benggolo sebagai sejarah. Sekarang, saya
ketawa nganti ngising (maaf) kalau ingat
penjelasannya. Terus, satu majalah divisinya gramedia
memuatnya jadi judul rubriknya. Tambah ngisingku dadi
cirit (maaf, sekali lagi maaf)....


Salam kanggo Yogya, Dab!

-IH






__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get personalized email addresses from Yahoo! Mail
http://personal.mail.yahoo.com/

...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 

Kirim email ke