waktu itu, Thu, Mar 28, 2002 at 08:32:56AM -0500, adwin menulis: > Pak Made, Tolong dijelasin donk gimana cara pandang thpd keutungan kalau > dokumentasi mereka di openkan (terutama di Indonesia) ? > Saya juga kadang2x bingung soal ini. Misalnya ada software house kecil > menghasilkan suatu produk buat software akutansi dan di free - open source > kan (bebas download). Program ini termasuk program kecil dan sangat > membantu, disertai dengan dokumentasi lengkap sehingga dukungan technical > support bisa dianggap ngga diperlukan lagi (kalaupun perlu mungkin sangat > sedikit). Nah yg jadi pertanyaan, dr mana perusahaan ini bisa dapatin > penghasilannya ? kalo mau nungguin donasi dr pemakai, rasanya sulit yah > (terutama di donesia).
Produk di opensource-kan bisa jadi alat marketing. Misal saya punya dua produk, satu firewall, satu network analyzer. Firewall saya nggak dikenal di pasar, lalu saya openkan network analyzer, dibuka ke komunitas. Mereka jadi kenal firewall saya. banyak lagi strategi yg lain. Intinya, untuk usaha dengan tidak mengabaikan keuntungan pada publik, ada banyak cara. Pinter-pinternya bungkus produk. > > 2. apakah kekuatan hukum di Indonesia sudah bisa mendukung pelaksanaan open > source (GPL) ini ? > misalnya untuk kasus seperti MySql yg dibajak oleh Nu Soft (CMIIW) beberapa > saat yg lalu. Indonesia belom ada setahu saya. Bisa baca dokumentasi tentang GPL di situs software-ri > > ya itu masalahnya. Manusia sebagian besar suka ambil yg free nya aja tapi > males ngembalikannya(baca : kontribusi) ... malah di jual lagi dengan close > (dbajak istilahnya) ...^^; makanya dibuat lisensi GPL untuk, paling tidak, menjamin bahwa hal ini tidak terjadi lagi. -- fade2bl.ac -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

