Halo Rekan2 Linux-Aktifis,
Pingin ikutan nimbrung, walau masih tergolong newbie :)

> > 
> > Kuminitas Open Source akan bilang bahwa software yang didevelop dengan 
> > cara Open Source akan lebih baik daripada yang proprietry. Karena 
> > dikembangkan oleh banyak orang.
> > Kata mereka: "many heads make litlle bugs".
> > Tapi fakta yang saya lihat, ternyata proprietry software malah lebih 
> > bagus daripada Open Source.

Kalau kita lihat dari sisi waktu, memang OpenSource sudah cukup lama
eksis, tetapi, life-cycle dari OpenSource sendiri sebenarnya baru berada
pada sisi yang menanjak dan baru beberapa tahun terakhir ini mengalami
percepatan yg cukup luar biasa. Sehingga untuk mengatakan bahwa
proprietary lebih bagus dibanding OpenSource saya perlu menanyakan
balik, lebih bagus dari sisi apa?

> > 
> > Kalo kita amati Office Suite application. Kita tahu software yang paling 
> > bagus untuk aplikasi ini. Yang Open Source? Masih perlu waktu untuk 
> > ngimbanginnya.

Ya, OpenSource memang masih perlu waktu, tapi menurut saya itu tidak
akan lama. Satu permasalahan lagi, OpenSource memerlukan keterlibatan
komunitas secara aktif, kalau dilihat dari kacamata user saja, memang
akan tampak seperti yang anda sampaikan. Faktanya, Office suite
proprietary yg paling populer saat ini pun punya problem yang sangat
besar, ambil contoh, virus, sepertiya klise, tetapi ini menjadi faktor
yg cukup "mengganggu". Fakta lain, saya sendiri mencoba melakukan riset
kecil dengan 50 user yg sudah cukup advance memakai Office proprietary,
ketika saya suruh memakai OpenOffice dan Ximian evolution (email client)
dalam kurun waktu 1-2 minggu, 99,99% mereka enggan balik ke propritary
dengan alasan mayoritas: lebih aman dari virus dan fitur aplikasi yg
cukup sesuai untuk bekerja. Hal yang sama juga disinggung oleh Mas Made
Wiryana dalam salah satu artikelnya (surat terbuka untuk KPU).

> > 
> > IDE Debugger. Sekali lagi, yang propietry masih lebih bagus untuk semua 
> > computer language.
> > 

Memang, untuk IDE dan debugger, solusi OpenSource terasa agak "spartan"
:) tetapi coba kita lihat availability dari sisi teknologi yang bisa
kita manfaatkan, OpenSource menyediakan banyak library dengan kualitas
yang beberapa bahkan jauh lebih baik dari proprietary, hal ini bisa anda
buktikan sendiri.

> > Mail Server. Mungkin ini bisa kita bilang yang open source lebih baik. 
> > Tapi kalo bicara Collaboration Server Application, sekali lagi, ini 
> > masih diungguli oleh Lotus Domino. Berikutnya MS Exchange Server. Untuk 
> > Linux, yang saya tahu produk dari SuSE, itu pun proprietry. Yang Open 
> > Source? Masih perlu perbaikan di sana sini.
> > 

Dibidang ini saya no comment :)

> > Bicara Database Server. Saya kira belum ada DB Server Open Source yang 
> > bisa nyaingin db2 dan oracle.
> > 

Cobalah untuk lebih rasional, apa ya kita harus selalu memakai BIG
Engine untuk semua kebutuhan kita? kan tergantung pada skala kebutuhan
kita sendiri, bahkan kita bisa memakai teknologi seperti Globus (Grid
Computing) atau CORBA untuk menyatukan beberapa server MySQL misalnya
dengan performa yang cukup bagus bahkan untuk skala seperti DB2 ataupun
Oracle walaupun harus diakui hal ini bukan pekerjaan yang mudah. Atau,
mengapa tidak memakai saja DB2 ataupun Oracle toh untuk aplikasinya anda
masih bisa develop dengan solusi OpenSource (kalau anda berada pada
skala problem yg dicover oleh DB2/Oracle tentunya kita harus rasional
bahwa meski di OpenSource tetap saja tidak ada "free lunch").

> > Game. Sudah jelas.

Kita lihat saja beberapa waktu kedepan (seperti kata anda; perlu waktu),
hal ini mengingatkan saya pada era dimana DOS mendominasi mayoritas
aplikasi Game dan permulaan munculnya Windows, saya yakin, sejarah akan
berulang untuk OpenSource.

> > 
> > Web Server. Untunglah yang satu ini secara mutlak dikuasai oleh Open 
> > Source dengan Apache-nya.

Tidak diragukan lagi.

> > 
> > OS untuk Desktop. Masih lebih unggul Windows dari sisi kemudahan. Tapi 
> > kalo stabilitas, memang masih bagus yang Open Source (baca: GNU/Linux).

Mungkin cara membandingkannya adalah; coba anda install Windows standard
distro Microsoft dan Linux standard distro Mandrake / SUSE / RedHat, apa
yang anda dapatkan? Kemudahan di Windows anda dapatkan dengan cost yang
cukup besar dibanding GNU/Linux (baca: distro GNU/Linux). 

> > 
> > OS Server. GNU/Linux masih belum mampu mengungguli OS propietry seperti 
> > UNIX, OS/400, VMS, OS/390.

Dibidang ini saya no comment :)

> > 
> > Belum lagi kita bicara software digital imaging, rendering, 
> > computational, engineering. Kita kesulitan mencari yang Open Source.

Untuk digital imaging dan rendering saya kurang mengikuti, tapi untuk
computational dan engineering, mungkin anda bisa lebih spesifik
menjelaskan, computational dan engineering yang macam apa?

Sebagai penutup; kuncinya adalah OpenSource tidak memberikan solusi
"gratis" melainkan "better+free", kalau kita memakai OpenSource dan
tidak selalu mengharapkan "gratis solution" maka kita akan bisa lebih
jernih melihat bahwa OpenSource adalah sebuah pendekatan yang sangat
feasible.

Matur Nuwun.

jagad


-- 
Stop using XXX product, Distributing virus will Stop too.
-- One Earth, One Network --


-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke