Mico Siahaan wrote:

Saya pikir anggapan bahwa software Open Source secara kualitas akan lebih
baik adalah salah kaprah yang selama ini dianut oleh komunitas Open Source.


Kata kuncinya adalah 'AKAN' yang punya arti dalam jangka panjang di masa depan. Buktinya bisa dilihat sekarang, dimana Linux sudah menjadi alternatif OS untuk server dengan kemampuan sama, bahkan lebih. Artinya Linux yang bisa dibilang baru berkembang dalam satu dekade (Linux di release 1991 oleh Linus T, dan RedHat mengeluarkan Haloween 1993) ini sudah membuktikan dirinya sanggup menyamai semua OS yang dimiliki oleh IBM, Microsoft, dan lain - lain. Anda bisa lihat statement copyright Microsoft yang menyatakan 1985 sebagai tahun patokan awal generasi OS Microsoft.

Sekarang, coba tunjukkan OS apa saja yang sanggup menjalankan database cluster dan application cluster di mesin apa pun? Jawabnya Linux. Windows baru akan mengeluarkan versinya yang menyamai. (Keywords: baru akan menyamai). Masak dibilang salah kaprah?

Untuk menghasilkan aplikasi yang berkualitas bukanlah masalah Open Source
atau proprietry, namun masalah manajemen proyek pengembangan aplikasi
tersebut. Juga bergantung motivasi para pengembang; dan saya pikir alasan
ekonomis merupakan salah satu motif yang kuat untuk bekerja keras. Sulit
konsentrasi dengan perut lapar, bukan? :)


Kalo ini rasanya sih nggak perlu dikomentarin. Ya heeuh atuh, kang...

Hanya karena aplikasi open source hampir tidak ada yang bisa menyamai paket seperti MS Office, sama sekali nggak berarti open source punya kualitas lebih rendah. Walaupun masih pake Windows, saya lebih banyak menggunakan aplikasi open source seperti Mozilla dan Open Office untuk menghindari GPF dan BSOD.

--
 dapidc


-- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php



Kirim email ke