Kita di sini tidak membicarakan Linux dan Microsoft. Tapi berbicara masalah kualitas suatu produk komunitas Open Source dan Propriatery.

Tapi yang menarik dari Open Source ini adalah perkembangannya yang sangat pesat.
Pada tahun 80-an, coba kita bayangkan jika Big Blue tidak melepaskan standard PC x86 Architecture. Saya tidak yakin dunia IT akan seperti sekarang. Mungkin akan lebih buruk. Begitu juga dengan GNU/Linux, kalo saja Linus tidak melakukan yang sama, ceritanya akan lain.
Tapi, dengan GNU/Linux, seperti yang bung Mico bilang, sistem operasi mana sih yang bisa menjalankan komputer dari yang sangat kecil sampai supercomputer, bahkan mainframe? It's just Linux!
Ini juga yang menyebabkan beberapa vendor hardware lebih memilih Linux sebagai sis op mereka, daripada mereka investasi lagi untuk membikin sis op. Ini dapat kita lihat SGI yang mengganti UNIX mereka dari Irish ke Linux (cmiiw). HP yang mulai mengadopsi Linux untuk mesin PA mereka.
Tapi sayang, ini baru sebatas sis op nya saja. Belum menyentuh ke aplikasi2 lain.


Kendala lain di GNU/Linux adalah standarisasi library. Beberapa vendor software dibuat kewalahan dengan hal ini.
Ada yang pernah berhasil instal Oracle database atau IBM db2 di Slackware, knoppix? Dan, apakah sama file binary untuk Linux di RedHat, SuSE, atau distro2 lainnya? Apakah sama proses install yang dilakukan di setiap distro. Thanks God, sekarang sudah mulai ada LSB (Linux Standard Base) untuk standarisasi GNU/Linux. (cmiiw)


Tetapi, saya yakin, dan sangat yakin bahwa, beberapa saat yang akan datang, software2 Open Source akan lebih baik dan bisa mengungguli software propriatery seperti yang dilakukan oleh Apache.

Smoga mimpi ini jadi kenyataan....



Dapid Candra wrote:

Mico Siahaan wrote:

Saya pikir anggapan bahwa software Open Source secara kualitas akan lebih
baik adalah salah kaprah yang selama ini dianut oleh komunitas Open Source.


Kata kuncinya adalah 'AKAN' yang punya arti dalam jangka panjang di masa depan. Buktinya bisa dilihat sekarang, dimana Linux sudah menjadi alternatif OS untuk server dengan kemampuan sama, bahkan lebih. Artinya Linux yang bisa dibilang baru berkembang dalam satu dekade (Linux di release 1991 oleh Linus T, dan RedHat mengeluarkan Haloween 1993) ini sudah membuktikan dirinya sanggup menyamai semua OS yang dimiliki oleh IBM, Microsoft, dan lain - lain. Anda bisa lihat statement copyright Microsoft yang menyatakan 1985 sebagai tahun patokan awal generasi OS Microsoft.

Sekarang, coba tunjukkan OS apa saja yang sanggup menjalankan database cluster dan application cluster di mesin apa pun? Jawabnya Linux. Windows baru akan mengeluarkan versinya yang menyamai. (Keywords: baru akan menyamai). Masak dibilang salah kaprah?

Untuk menghasilkan aplikasi yang berkualitas bukanlah masalah Open Source
atau proprietry, namun masalah manajemen proyek pengembangan aplikasi
tersebut. Juga bergantung motivasi para pengembang; dan saya pikir alasan
ekonomis merupakan salah satu motif yang kuat untuk bekerja keras. Sulit
konsentrasi dengan perut lapar, bukan? :)


Kalo ini rasanya sih nggak perlu dikomentarin. Ya heeuh atuh, kang...

Hanya karena aplikasi open source hampir tidak ada yang bisa menyamai paket seperti MS Office, sama sekali nggak berarti open source punya kualitas lebih rendah. Walaupun masih pake Windows, saya lebih banyak menggunakan aplikasi open source seperti Mozilla dan Open Office untuk menghindari GPF dan BSOD.

--
 dapidc




--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php



Kirim email ke