On Thu, 17 Jun 2004, fade2blac wrote:

> > 1. Perusahaan apa saja yang siap support IGOS,
> > atau pertanyaan halusnya, lembaga apa saja yang
> > sudah menyediakan produk/jasa terkait open source?
>
> Tanya balik: 'terkait dengan open source' itu batasannya apa?

Setahu saya termasuk persh yg menggunakan program open source dalam
menyediakan layanann (terutama yg berkaitan dg proyek pemerintah mungkin).

Ada beberapa point yg lebih ditail dari yg tertulis di web sitenya nanti
saya cari mailnya

> Istilah open source sendiri masih misleading antar kita. Akibatnya Go
> Open Source juga akan misleading. Ini kenapa saya sebut pemaksaan.
>

> IGOS sendiri masih belum kebentuk konsepnya seperti apa (satu-satunya
> gambaran di otak saya yang action plan dan strategi kemaren itu, alasan
> kenapa saya bilang lelucon), jadi nggak tau mau support yang seperti apa.

Anak kecil waktu belajar jalan itu lucu lho 8-) walau nggak bermaksud
melucu.  Kira-kira seperti itulah.  Pemerintah kita dg proyeknya baru
belajar ttg tetek bengek OpeN Source misal

- Bagaimana posisi lisensi Open Source dalam kerangka hukum kita
- Bagaimana proyek pemerintah di lisensikan Open Source (dan lisensi
  mana yag digunakan)

Wajar saja kalau IGOS masih meraba-raba, pemerintah Jerman via BMBF sudah
dari 3(4 th lalu) mengeluarkan guideline migrasi Open Source dsb, baru
sekarang implementasi bisa lancar.

Jadi kalau saya mengharap IGOS langsung lomat bisa selesai semuanya koq
kayak terlalu berlebihinan

>
> Apakah IGOS akan bergerak di policy? Menerbitkan kepmen?

Sepertinya langkah pertama memutuskan SKB (Surat Keputsan bersama)

> Jangan sampai kita repot-repot mencurahkan tenaga dan fikiran, ternyata
> hanya gerakan seremonial belaka. Sori kalo apriori. Hanya belajar dari
> kasus WinBi.

Saya juga belajar dari kasus WinBI, yaitu siapapun yg melakukan dan apa yg
dilakukan paling tidak menjadi mengisi "bagian" yg kosong dari bagian yg
besar.  Nah mungkin SKB dan seremonial ini kita anggap tidak penting, tapi
mau nggak mau menjadi pengisi dari "bagian besar" pengadopsian Open Source
secara luas.

Kalau semua sibuk ngecoding, siapa yg ngurusin biar lisensi Open Source
bisa dipahami pihak HAKI, dan pihak Pemerintah ?, ini sepertinya tidak
penting, tapi tetap harus dilakukan, salah satunya via SKB seperti ini

Koq saya jadi seperti jubir IGOS..he.h.e.

IMW

-- 

Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]

Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke