waktu itu, Thu, Jun 17, 2004 at 10:45:26AM +0200, Made Wiryana menulis: > > Anak kecil waktu belajar jalan itu lucu lho 8-) walau nggak bermaksud > melucu. Kira-kira seperti itulah. Pemerintah kita dg proyeknya baru > belajar ttg tetek bengek OpeN Source misal >
:) yang menurut saya lucu adalah action plan dan strateginya sebagaimana saya paste-kan. Untuk sekelas pemerintah republik Indonesia, itu joke. Apalagi terlibat didalamnya ristek dan lembaga prestisius lainnya. Seharusnya tidak dianalogikan anak anak lagi. Atau mungkin paragraf yang saya kutip itu unofficial? > - Bagaimana posisi lisensi Open Source dalam kerangka hukum kita > - Bagaimana proyek pemerintah di lisensikan Open Source (dan lisensi > mana yag digunakan) > Kalau arahnya ke dalam bentuk perangkat hukum itu menjelaskan banyak hal. > Wajar saja kalau IGOS masih meraba-raba, pemerintah Jerman via BMBF sudah > dari 3(4 th lalu) mengeluarkan guideline migrasi Open Source dsb, baru > sekarang implementasi bisa lancar. > > Jadi kalau saya mengharap IGOS langsung lomat bisa selesai semuanya koq > kayak terlalu berlebihinan > Saya tidak mengharap apa apa dari si mister IGOS ini :) Mudah-mudahan bisa seperti BMBF atau Linux Verband. :) > > Saya juga belajar dari kasus WinBI, yaitu siapapun yg melakukan dan apa yg > dilakukan paling tidak menjadi mengisi "bagian" yg kosong dari bagian yg > besar. Nah mungkin SKB dan seremonial ini kita anggap tidak penting, tapi > mau nggak mau menjadi pengisi dari "bagian besar" pengadopsian Open Source > secara luas. > Tarik pelajarannya beda.. :) > Kalau semua sibuk ngecoding, siapa yg ngurusin biar lisensi Open Source > bisa dipahami pihak HAKI, dan pihak Pemerintah ?, ini sepertinya tidak > penting, tapi tetap harus dilakukan, salah satunya via SKB seperti ini > Jika ada proyek pemerintah, dalam otak saya hanya ada satu indikator untuk menilai. Sustain atau tidak. -- fade2bl.ac -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

