Pak Rusmanto, 

mungkin IGOS policy bisa memulai, mencontoh 

http://www.iosn.net
http://europa.eu.int

Ditempat itu penuh dengan OSS, atau FOSS.
Sekedar dari saya.
salam
++ pit ++

On Thu, 2004-06-17 at 13:19, Rusmanto wrote:
> fade2blac wrote:
> 
> > Apakah IGOS akan bergerak di policy? Menerbitkan kepmen? 
> 
> Sedikit yang saya tahu, arahnya memang ini,
> imho kalau bisa sih Keppres,
> atau bisa jadi salah satu
> kesepakatan dengan Capres/Cawapres ...hehehe
> 
> Hasilnya (mho):
> 1. Lembaga pemerintah pakai open source.
> 2. Efek no.1, setiap tender software mensyaratkan pakai open source :)
> 3. Efek no.1 dan 2, lembaga pendidikan menggunakan open source.
> 4. Efek 1,2,3, perusahaan it menyediakan jasa open source.
> 5. Efek 1,2,3,4 Indonesia mandiri dalam bidang software,
> lalu mengekspor software dan TKI-TI ....hehehe
> 
> Soal definisi, saya kira tim igos memang butuh masukan,
> seperti apa pedoman yang akan ditulis jadi Kepmen/Kepres dan juklak-nya.
> Sementara ini, saya menangkap kalimat diplomatis dari tim igos,
> *semaksimal mungkin pakai free software*
> Juklaknya misal berupa rekomendasi:
> 1. Sistem Operasi: Linux, ...
> 2. Distro: Komura, Fedora, Thamura (sorry Frans, sama ra sih).
> 3. Office: OpenOffice, Koffice, ...
> 4. Database: PostgreSQL, MySQL, ...
> 5. dst....
> 
> Semoga bermanfaat, dan teman-teman bisa memberi masukan :)
> 
> Rus


-- 

Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]

Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

Kirim email ke