waktu itu, Thu, Jun 17, 2004 at 12:19:21PM +0700, Rusmanto menulis: > > Hasilnya (mho): > 1. Lembaga pemerintah pakai open source. > 2. Efek no.1, setiap tender software mensyaratkan pakai open source :) > 3. Efek no.1 dan 2, lembaga pendidikan menggunakan open source. > 4. Efek 1,2,3, perusahaan it menyediakan jasa open source. > 5. Efek 1,2,3,4 Indonesia mandiri dalam bidang software, > lalu mengekspor software dan TKI-TI ....hehehe >
Hehehe... liat saja salah satu strateginya: - Pendekatan yang tidak berpihak (netral) : tidak ada pemihakan antara OSS dengan sistem perangkat lunak lainnya. Padahal nama IGOS sendiri sudah jelas jelas berpihak. Masih setengah hati ya :) Abis Winblows enak sihhh.. :) Bayangan saya paling kenceng untuk SKB/Kepmen/Keppres-nya adalah Himbauan. Efeknya bisa dikira-kira sendiri. UU anti bajakan saja yang jelas-jelas sudah undang-undang dan ada punishment-nya, kita lihat sekarang seperti apa? Paling riil berimbas pada pedagang yang harus kasih fee tambahan untuk jualan CD software bajakan. Inti dari semua komentar saya: Saya tidak percaya ada perubahan dari pemerintah. Perubahan harus dari masyarakat sendiri. Kita sendiri. Komunitas sendiri yang bergerak. hehehee.. kayak jaman refulusi aja. -- fade2bl.ac -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

