Made Wiryana wrote: > >Bisa dijelaskan maksud usability ini, terminologi ini makin sering >diabuse mirip jaman terminologi "user friendly" Ok, tt masalah usability bisa dilihat pada link yang saya post pada imel sebelumnya.....
> ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ > >Mengapa harus dua, kalau memang ingi mengumakan "freedom" ?, bukannya >lebih dari dua ?. Nah menurut saya pemilihan KDE saja, atau Gnome saja, >atau Mandrake, SuSe, Fedora dsb. Lebih kepada kondisi lapangan alias >keterbatasan materi utk sosialisasi. (Bayangkan dalam 1 kelas isi 40 anda >harus sendirian mengajari semua siswa yang lebih sering pertanayaany >"Pak kalau pakai Windows begini, terus ini bagaimana ?"), saya pilih angka dua karena saya lahir tanggal dua.... :) sebenarnya dua itu dipilih sebagai kompromi antara sumber daya dan variasi. Kalau satu kan variasi sedikit, sumber daya ok. Kalau sangat banyak variasi ok, tapi sumber daya payah. Dua, sumber daya ok, variasi ok. Maksudnya dua itu masih bisa ditoleransi untuk masalah sumber daya. Saya juga kepikiran kok masalah sumber daya. > >Saran saya, jangan berdasarkan "polling" popularitas semata (baik KDE atau >GNOME yg unggul). Tapi coba berdasarkan usability study pada kelompok >pengguna tersebut (usability selalu bergantung environment, group of user, >task). Berdasarkan polling di LN jelas akan memberikan hasil yg berbeda >dg kondisi di lapangan (misal ketika mengajar ke hadapan siswa atau guru >SMK, yg dihadapi Bona cs). Yah, udahlah kalau sampai masalah lapangan..... itu hak istimewanya orang yang terjun di lapangan. Cuma ingin menambahkan setidaknya kan Gnome 2.x punya nilai plus, yaitu sudah ada terjemahan indonesianya. Kalau KDE 3.x kan ( setahu saya ) masih belum selesai. Kan orang lebih familiar dengan bahasa indonesia. > >Apalagi kalau adanya manual pengajaran yg pakai KDE, dan nggak ada yg >nyumbang manual pengajran pakai GNOME. What r u talking about, Mister I Made Wiryana? Mengajar desktop butuh manual? Terus apa gunanya Help? Applications->Help.... Di situ kan sudah ada manual Gnome..... Kita kan tidak mengajar orang untuk men-setup server. Kita kan mengajar orang untuk memakai desktop manager yang user friendly. Kecuali masalah bahasa, kalau sampai orang mesti sering-sering melihat manual, buku panduan, untuk menggunakan desktop manager, itu berarti tujuan dari desktop manager yang user friendly seperti KDE atau Gnome belum kesampaian. Tapi saya pikir KDE atau Gnome sudah "melaksanakan" tugasnya dengan baik. Paling ajari mereka terminologi komputer, "sedikit" linux, selesai deh. > >IMW > Just my 2 cents, REgards, PenguinMan -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

