On Sun, 11 Jul 2004, I Gede Wijaya S wrote: > > > punya nilai plus, yaitu sudah ada terjemahan indonesianya. Kalau KDE 3.x > > > kan ( setahu saya ) masih belum selesai. Kan orang lebih familiar dengan > > > bahasa indonesia.
> > Justru ini masalah lapangan je 8-), kendala mengajarkan kenapa akhirnya > > banyak pilihan teman-teman ke KDE adalah karena pertimbangan lapangan > > (familiaritas pengajar, familiaritas siswa), dan ini kurang/tidak terkait > > dg feature atau kemampuan dari KDE vs GNOME itu sendiri. > di Indonesia, terutama, yang bisa *mengerti* tulisan bahasa Inggris > sedikit, tetapi Termasuk mahasiswa (bukan hanya siswa). Justru itu online help masih sangat kurang, dan masih dibutuhkan buku-bku panduan (h eh eh buktinya buku saku dari INFOLINUX atau Elex laris khan) > di Jerman juga sama yah;-) Lalu, istilah-2 komputer yang dianggap umum > oleh orang yang sering berkecimpung di komputer, akan dirasakan "lucu" > setelah diterjemahkan ke Indonesia, karena istilah bahasa Indonesia tsb > tidak familiar. well, ini problem penerjemahan bahasa Jerman menerapkan aturan, software (atau produk) yg dijual ke publik harus menggunakan GUI dan manual berbahasa Jerman. IMW -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

