On 6/22/05, Made Wiryana for Mailing List <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > On Wed, 22 Jun 2005, muhammad panji wrote: > > > > kalo sastra atau ekonomi mungkin cuma pake buat ngetik, browsing dll > > > tetapi kalau anda jurusan komputer atau teknik elektro masa dilarang > > > untuk mempelajari sistem yang dipakai > > > bagaimana mhsnya tahu jeroannya sistem, konsep, cara kerja dkk > > > Di Ekonomi selain untuk hal2 diatas juga dipake untuk ngolah data pak. > > ini yang saya belum yakin disa ditangani di LINUX, whatever the distro. > > katakanlah SPSS udah ada R, tapi yang lain belum ada.CMIIW rgds, > > Jadi solusinya tetap membajak :-) menyedihkan memang lembaga pendidikan di > Indonesia. > > Ndak mau membajak, bayarin orang buat develop, customize, bikin program yg > sesuai dg kebutuhannya, terus bebaskan orang memakai. Kalau boleh berbagi mimpi, saya juga punya keinginan yang sama, ngedevelop program atau porting program yang ada diW$ ke *NIX dan dilepas bebas,mungkin GPL. Gambaran saya untuk mbayari yang nge-develop bisa dari dana hibah. seperti teaching grant mungkin
> BTW yg lainnya itu apa ??? mungkin serupa tapi tidak sama, tapi yg penting > khan fungsinya. Apa sarjana elektro diajarin pakai amplifer merk tertentu > ? tidak khan. Seperti yang pak Made bilang sebelumnya dosen2 (di) Indonesia itu malas2, mungkin kalau yang sudah pernah sekolah diluar negeri tahu lebih banyak software, setelah kembali ke kampus pun mungkin mereka segan mengajarkan software yang dianggap "asing" bagi lingkungannya itu, karena pertama itu merubah "adat", yang kedua nanti dianggap sok, seterusnya mungkin masih ada beberapa alasan lagi. Jadi kalau mengambil contoh pak made tentang amplifier, yang jadi pertanyaan dan PR bagaimana merubah cara pandang tentang amplifier, bahwa amplifier itu bukan merk A atau B.CMIIW rgds, -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

