> On 1/22/2006 at 9:46 PM klunxer wrote: >>Pada tanggal 1/22/06, Ronny Haryanto <[EMAIL PROTECTED]> menulis: >>> Apakah anda sudah membaca peraturan menterinya? >>> http://www.disperindag-jabar.go.id/artman/publish/article_1239.html >> >>mas peraturan tersebut setelah saya baca cuma mengatur >>TENTANG KETENTUAN IMPOR MESIN, PERALATAN MESIN, >>BAHAN BAKU, DAN CAKRAM OPTIK >>tapi AFAIK kalau cd Ubuntu kan bukanbarang dagangan atau komoditi impor? >>CMIIW >>jadi peraturan itu seperti ngga berlaku buat cd Ubuntu mas, tul ngga? > > CD Ubuntu kan termasuk "CAKRAM OPTIK" (Compact Disk) ? >
Memang dalam peraturan tersebut lebih berkait dengan IT (importir terdaftar) dan bukan perorangan. Lalu bagaimana halnya dengan seseorang yang ingin mendapatkan sebuah barang dari LN? Dan lebih khusus lagi, dalam hal ini, seseorang menerima barang yang diberikan dengan cuma-cuma oleh pihak di LN. Sepertinya tidak bisa dikaitkan dengan peraturan tersebut. Jikapun dikaitkan dalam hal pajak, bea masuk, dan sejenisnya, apabila angka tersebut merujuk ke harga barang, maka hasilnya tentu Rp. 0 ? Bukankah demikian ? -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

