On 11/23/06, Arie Reynaldi Z <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dari sisi teknis dan fungsionalitas tentu, tapi masalah
> memasyarakatkan bukan semata-mata urusan teknis dan fungsionalitas.
> Lebih banyak malah urusan Image/Branding nah yang ini yang ga bisa
> disamakan, karena untuk Image butuh resource(tenaga, dana, dll) yang
> korporasi besar jelas lebih memiliki di banding dengan penggerak2
> linux di tanah air. Dalam hal ini sebaiknya pemerintah memihak. Dengan
> memakai linux misalnya pemerintah sudah memberi support yang jauh
> lebih berarti di banding kita seminar disana-sini saja.

Kuat gak buat support pemerintah untuk migrasi ke Linux ? Sekarang
saya rasa lebih dari 90% komputer pemerintahan menggunakan MS.. Dari
dulu rencana untuk gembar-gembor pakai linux itu sudah santer.. tapi
ujung2nya.. pasti di support teknikal yang kurang / tidak ada.

Kalo pertnyaan Mas Arie ditujukan ke saya sudah pasti dengan tegas
saya bilang TIDAK SANGGUP. Tapi pemerintah Indonesia bukan saya dia
adalah institusi yang menjamin kepentingan warga negaranya. Pemerintah
memiliki resource(dana, tenaga,dll) saya seorang diri. Ini ga fair
lagi menurut saya ngebandingin Pemerintah dengan saya atu komunitas
Linux misalnya. Kalo mo ngebandingin agak seimbang kali baru fair.
Karena kurang seimbang ada posisi terbaik pemerintah seharusnya
berpihak pada warga negaranya dalam hal ini komunitas linux Indonesia.

--
Arie Reynaldi Zanahar
reymanx at gmail.com
http://www.reynaldi.or.id

--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis




--
Resza

KPLI - Jakarta

--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke