fade2blac wrote:
On Thu, Nov 23, 2006 at 06:16:38PM +0700, AndiSugandi? wrote:
On 11/23/06, Rito <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
daripada harus membayar licensi yang begitu mahal, lebih baik membayar para
trainer yang berasal dari komunitas, yang sebagian besar adalah putra putri
Indonesia. Setidaknya dengan cara ini, bisa muncul lapangan kerja baru
Kira-kira bagaimana cara kita untuk menyakinkan Pemerintah sebagai
decision maker? Atau Pemerintahnya yang (maaf, maaf) tak mau peduli?
mungkin belum mengerti?


Intinya dengan angka-angka, bukan kata-kata saja :-) Nah kalau dengan
angka-angka diperoleh TCO atau ROI atau apalah namanya, tapi masih
ngotot juga.. ya kita bersama bisa menyimpulkan alasan apa sebenarnya
yang mendasari keputusan tersebut. Bisa dilaporkan ke KPK atau paling
tidak ke DPD/DPR, minta mereka panggil itu pembuat keputusan :-)

Ngomong angka-angka sama dgn kata kata saja lho :-)
Perhitungan tsb hanya manjur buat segmen korporasi yg berorientasi bisnis, buat pemerintahan harus dibuat keputusan politis yg nggak selalu harus ekonomis.

Saya yakin sekali ada beberapa pengambil keputusan yg peduli dan bahkan tahu dgn solusi opensource, saking tahunya malah nggak berani ambil resiko untuk mengajurkannya? kenapa?

Karena menyangkut kelangsungan pemerintahan dan ribuan usernya. Proses migrasi itu mudah, yang susah adalah dukungan setelah migrasi dilakukan dan tentunya mengubah kebiasaan user. Sampai saat ini belum ada bukti nyata keberhasilan atau ada yg sanggup menyuport untuk itu.

Mungkin sebaiknya para aktivis (ya, anda anda sekalian :) membentuk konsorsium semi komersil untuk mendukung geraan-2 pengopensourcean komputer-2 di pemerintahan.


--beast



--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke