On Mon, Sep 22, 2008 at 05:13:35PM +0700, Harry Sufehmi wrote:
mengapa mempersulit yang sudah jelas. KPLI berkaitan dengan linux
sebagai syarat mutlak. kalau ingin membuat  KPPLBI (kelompok pengguna
perangkat lunak bebas indonesia) atau KPOSSI (kelompok pengguna open
source indonesia) ya silakan saja. nanti kan tinggal menyelenggarakan
IFSC atau IOSSC :-)

Kalau begitu, berarti mungkin di milis2 linux.or.id mulai sekarang
kita tidak boleh lagi dong diskusi mengenai Gimp, Open Office,
dst..... juga qmail & postfix.   :-)

pada prinsipnya, pemilihan linux itu bukan soal lisensi, bukan? :-)
kalau ada kelompok yang ingin memperjuangkan bentuk lisensi tertentu, ya
silakan saja dibuat/dibangun komunitasnya. justru, KPLI bisa berjalan
lintas lisensi. karena kalau kita secara khusus memperjuangkan OSS
(opensource yang mana? :-) misalnya, ada kalanya akan berbenturan
dengan konsep 'free' dan sebaliknya.

Anyway, dari hasil saya baca-baca dan mendengar cerita-cerita dari
para sesepuh disini, saya mendapat kesan bahwa penggunaan nama "Linux"
adalah untuk mempermudah komunikasi & advokasi kepada orang awam.
Karena istilah "open source" tidak (belum) sepopuler brand Linux
ketika itu.

setahu saya sih tidak. walaupun saya bukan sesepuh :D KPLI ya linux.
ini saya tahu karena kebetulan juga mengikuti secara pasif perkembangan
*bsd di Indonesia. walaupun cuma ikut milisnya. tidak/belum pernah ikutan
bertemu darat. sama seperti halnya dengan KPLI, hanya sesekali pernah
bertemu muka. kalau orangnya 4L (loe lagi loe lagi), itu soal lain.

Yah, kalau sekarang mau berubah / mengubah scope nya, saya kira juga
silahkan saja. Tinggal di musyawarahkan / mengambil suara kan? Kalau
kita memang komunitas yang demokratis, maka juga harus siap menghadapi
konsekuensi seperti ini.

justru menurut saya, mengkooptasi KPLI menjadi juga berkaitan dengan
kernel lain selain linux, ini yang akan mengubah scope. dari dulu,
setahu saya KPLI itu ya linux. Yang dimaksud dengan dulu adalah saat
rekan-rekan seperti priyadi, mdamt, ronny haryanto, adhi en (banyak sih,
yang ingat cuma nama-nama itu hi..hi..) masih sering bermunculan di
milis-milis jaman itu. sejak server milis masih pinjam UI sampai
dipindahkan ke server milik indoglobal yang diomongkan tetap linux.
bahkan saat dimulai akan dibentuk LUG/KPLI. sejak masih pakai tag
id-linux, linux-* sampai terpaksa harus diganti menjadi tanya-jawab,
karena terlalu banyak crossposting. baru setelah itu bermunculan
komunitas berbasi distro (linux), yang kebanyakan adalah wajah baru.

terus terang kalau linux dalam KPLI itu cuman nama saja, saya dengar
baru sekarang ini, kalau ternyata KPLI itu sebenarnya tidak harus linux,
dan anehnya, justru di milis ini :D

saya sendiri berpendapat semua pihak boleh masuk dalam ILC selama
memungkinkan. tapi, tentu saja cara saya bukan dengan menghilangkan
keunikan dalam hal keterkaitan KPLI dengan linux.

Disclaimer:
penting saya tekankan di sini. saya sama sekali tidak ingin atau
menginginkan untuk harus bersinggungan dengan pihak lain. yang saya
sampaikan di atas adalah yang saya tahu. bukan bermaksud untuk
mempengaruhi atau memprovokasi. saya tuliskan apa yang benar-benar saya
tahu. dan tidak menutup kemungkinan ada kesalahan. setidaknya itu bisa
didiskusikan :-)

Salam,

P.Y. Adi Prasaja


--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke