On Fri, 19 Jun 2009 22:12:52 +0700 Sihab <[email protected]> wrote: > Yach... (Berusaha menerjemahkan :P) Men pan bilang: Sebaiknya pake > open-source (maksudnya free software kali) sebagai pengganti software > ilegal (maksudnya bajakannya MS Windows dkk.) agar pelayanan tidak > terganggu. Mengandung makna, klo sudah bisa beli MS Windows dkk., yg > open-source kembalikan ke MS Windows dkk. lagi. > Negara masih mampu beli MS Windows dkk. Jangan kuatir, DPR akan > menyetujui anggaran belanja software demi "terwujudnya pelayanan > publik yang lebih baik" dan penegakan hukum :D
kalau analogi saya, penggunaan kata 'dan' dalam 2 buah sarat, adalah mutlak terpenuhi, misal, harus A dan B, baru bisa C. kalau cuman A saja kan belum bisa C. beda lagi kalau menggunakan A atau B baru bisa C. :) > Menurut saya, kebanyakan pemimpin kita memang kurang memikirkan soal > penghematan anggaran u/ software, bahkan semua anggaran belanja > umumnya. Kalaupun ada nanti dianggap kurang pro rakyat: masa pemimpin > negara yg diurusi sopware, masih banyak masalah kemiskinan yg perlu > diurusi. Kalau untuk ini saya tidak mengerti. saya tidak duduk di kursi pemerintahan. :) > (Semua di atas adalah praduga semata.) saya juga menduga-duga pak bos. cuman nekat aja nulis. entah ada yang lapor pencemaran nama baek ato gak. :D -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

