menarik sekali....menghamburkan uang untuk beli lisensi... , saat baca koran tadi pagi di Jawa Pos 21-06-2009 tentang kemiskinan dan derita WNI yang tinggal di daerah Kalimantan dekat perbatasan dengan Malaysia.... jangankan mau akses internet /IT buat beli sembako aja harus lintas batas ke negara tetangga...mau liat siaran TV dalam negri aja harus pake parabola.... PNS di sana kalau mau ambil gaji harus sewa alat tranportasi +/- 1 juta karena jalur tranportasi darat rusak parah dan harus lewat jalur sungai....betul-betul tidak ada perhatian serius.... trus mengapa anggaran harus dihabiskan untuk biaya lisensi dan yang menikmati / yang untung cuma segelintir orang???....
Pada tanggal 20/06/09, Adi Nugroho <[email protected]> menulis: > On Friday 19 June 2009 23:12:52 Sihab wrote: >> Menurut saya, kebanyakan pemimpin kita memang kurang memikirkan soal >> penghematan anggaran u/ software, bahkan semua anggaran belanja umumnya. > > Hehehe... > Menghemat itu pola pikir perusahaan swasta. > Kalau pegawai negeri memang tidak boleh berhemat. > Anggaran memang harus dihabiskan. > Kalau tidak, performance dianggap buruk, > plus anggaran tahun depan dikurangi. > > Jadi jangan pernah mengusulkan penghematan anggaran. > Yang bisa itu mengalihkan anggaran dari satu bidang ke bidang lainnya. > Misalnya dari biaya membeli lisensi menjadi biaya pelatihan Linux, atau > malah > biaya membeli software opensource. > Itu lebih mudah berhasil. > > -- > Salam, > > Adi Nugroho - http://adi.internux.co.id/ > iNterNUX --- http://www.internux.net.id/ > Jalan Dr. Sam Ratulangi No. 53J Makassar > Tel. +62-411-834690 Fax. +62-411-834691 > CDMA:+62-411-6109535 GSM:+62-816-27-9193 > > -- > Berhenti langganan: [email protected] > Arsip dan info: http://linux.or.id/milis > > -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

