2011/10/16 Fajar Priyanto <[email protected]>: > Menurut pendapat pribadi saya, seringkali orang2 yang tidak memahami > atau sebenernya paham tetapi curang/mau untung sendiri terhadap > software2 GPL/LGPL. > Contohnya yah ini. Memodifikasi (atau tepatnya dugaan saya, cuma ganti > logo dan mengaktifkan menu bahasa Indonesia), trus melarang orang > untuk mengcopynya. Dibawah ini adalah cuplikan dari LGPL. Disitu > dibilang bahkan orang2 berhak mengcopy itu produk dan menjualnya lagi.
[..] > Beginilah kalo mental proprietary diterapkan ke produk Opensource. > Jadinya menggelikan. > Kalo mau cari duit dari Opensource, bukanlah yang utama dari > softwarenya sendiri, tapi dari jasa2 yang terkait darinya. Semakin tercerahkan nih, terima kasih, Pak Fajar. jadi betul juga jika Richard Stalllman menyarankan untuk tidak menggunakan LGPL ya? http://www.gnu.org/licenses/why-not-lgpl.html Best regards, -- Andi Sugandi. -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

