On Mon, Nov 28, 2011 at 01:03:12AM +0700, Yudhi Kusnanto wrote:
awalnya anda menyatakan kerepotan saat menerima file .deb ataw .rpm, apakah ini berkaitan dengan aplikasi proprietary? tidak perlu ada masalah dependensi kalo kita "stick" pada distro.
masalahnya bukan library dan tingkat kerumitan dependensi. masalahnya ada pada konsistensi intra distro dan antar distro. serumit apa pun asal bisa diprogram nggak masalah. jadi masalah ketika intra distro (mis ubuntu beda versi) dan antar distro (misal debian vs redhat) tidak konsisten. itu memaksa orang (developer) harus mengikuti banyak rule yang ditetapkan oleh tiap-tiap distro secara tidak perlu. solusi paling gampang itu seperti yang diambil oleh bbrp vendor antivirus. dia menyediakan program yang sudah dicompile static (minimal untuk library sistem). jadi susah kalau sudah di level gnome, kde dst..dst.. karena membuat program semakin tidak efisien. faktanya, google saja enggan mengikuti variasi yang ada pada distro-distro linux (misalnya googletalk). dan ada bbrp software proprietary yang terpaksa hanya tersedia untuk distro-distro mainstream saja. mau dibelain kayak gimana, isu DLL hell dan interdependensi paket yang bervariasi antar dan intra distro ini memang menghambat. Salam, P.Y. Adi Prasaja -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

