On Sat, 26 Nov 2011 17:10:25 +0700
Ahmad Sofyan <[email protected]> wrote:

> On Nov 26, 2011, at 3:59 PM, Yudhi Kusnanto wrote:
> > 
> > space bukan cuma harddisk, tapi memory juga. kalo setiap applikasi
> > loading library masing-masing, nanti OS tidak bisa optimized
> > shared-space di memory. butuh memory banyak.
> > 
> > jadi urusanya akan melebar mulai manajemen resource sampai performance.
> > coba bandingkan loading time shared-library apps dengan static-library
> > atau private-library apps.
> > 
> 
> Iya betul.. saya yakin shared library pasti perlu, tapi mungkin perlu 
> dipikirkan, bagian mana yang dikompilasi statik, mana yang berbagi. Kayaknya 
> indah kalau hanya memanfaatkan glibc doang untuk shared library-nya, lainnya 
> statik :-) Jadi mau dipasang di Linux apa aja jalan, asal versi glibc-nya 
> sama.

glibc boleh sama versinya, tapi kalo gcc-nya beda & compile-flagnya beda
sama saja bo[kh]ong, ;-)

> 
> Point saya, pertama hardware semakin murah. Prosesor juga semakin kenceng, 
> semakin murah. Memory juga sama. Bahkan konon katanya Java yang dikenal 
> sangat haus (baca: boros *grin*) sumber daya itu, tetap dipelihara bahkan 
> dikembangkan terus, agar perusahaan prosesor bisa tetap hidup. Artinya orang 
> dipaksa untuk upgrade hardware terus..
[citation needed]

yang saya tahu, supaya performance Java dapat optimal, maka H/W harus
dioptimize untuk running Java apps.

dari mana anda dapat menyimpulkan h/w semakin murah? pengalaman sy
harga h/w dari jaman dulu (1990-an) sampe sekarang nggak berubah banyak
(sekitar 6-8jt-an). memang benar kita dapat memiliki sistem dengan
harga mulai dari 2jt-an, tapi apakah sesuai dengan kebutuhan kita?

> 
> Kedua, dependensi di Linux itu sedemikian hebatnya sehingga, kalau tidak ada 
> koneksi ke repositori seperti lumpuh rasanya. Dapet kiriman satu file .deb 
> atau .rpm, nggak akan yakin 100% kalau bisa langsung jalan :-) Mengganggu.

sejak sy menggunakan sistem Linux tahun 1994 smp sekarang belum pernah
menerima kiriman .deb ataw .rpm tapi proaktif mengunduhnya dari sumber
kalo memang diperlukan. dan ada alien dan rpm2cpio yang dapat saya
andalkan.

apakah yang anda maksud "koneksi ke repositori" adalah internet?
repositori tidak cuma internet, bisa server lokal, bisa dvd/cd-set.
saya beli Mandriva Powerpack 2006 dapat 2dvd+10cd+dokumentasi digunakan
di Merauke yang koneksi internetnya un-reliable tidak ada masalah.

> 
> Kesimpulannya, aplikasi2 user space perlu dikompilasi statik agar independen, 
> multi distro. Memudahkan pengguna.

kesimpulan yang menyesatkan ;-(

sistem kita "already has library required," baik yang disediakan oleh
glibc, libgcc, maupun desktop-environment+X11. "Most of the time, your
application only need those library" jadi ngapain lagi maksain pake
library statik/privat.

pengguna hanya perlu mengandalkan pada distro-nya, ngapain juga pusing
mikirin distro lain, developer melepas kodenya dalam bentuk tarbal,
tugas distro-lah yang mengemasnya apakah .rpm atau .deb atau yang lain.

itulah keindahan free-software.

> 
> Ahmad Sofyan

salam
Yudhi Kusnanto

-- 
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke