On Friday 01 November 2002 12:16 am, you wrote:
> On Thu, 31 Oct 2002, adwin wrote:
> > On Thursday 31 October 2002 19:09, you wrote:
> > > User mana peduli, dg update dan install (inget ini bener-bener user, yg
> > > cuma mau makai)
> > > Yang penting kerjaannya beres. Mau pakai Office, mau pakai Linux, mau
> > > pakai apa dia nggak peduli.
> > > Makanya dia dipasangin Linux juga nggak protest...
> > > IMW
> >
> > ada donk...contoh sederhana : (sori pake kasus Ms Office)
> > sekarang ini pada makai office XP ... nah kalau si user ini cuma bisa
> > sampai office 97 kan banyak dokumen format terbaru milik office XP ga
> > bisa terbuka. dengan kata lain dia ga bisa 'komunikasi' dengan dokumen
> > terman2xnya/bos-nya. [ biasanya user lain mana peduli dengan
> > kompatibilitas dokumennya dengan program-2x lama, inget ini user aja
> > hehehehe ]
>
> Tidak semua persh menerapkan model ini (BTW saya di Jerman), untuk
> berpindah ke model aplikasi baru seperti Office XP; tentunya mereka
> menghitung cost of license.  Sehingga masalah di atas tidak timbul.
>
> > contoh lain ... flash, kalau dulu pakai flash 4, sekarang udah ada flash
> > 6 dan banyak yg menggunakan feature2x baru flash 6, kalau buka internet
> > yg support flash 6 jelas si user harus update :)
>
> Heheh user biasa mana perhatiin site yg pakai flash, lha dia butuh
> INternet nya udah jelas tujuannya bukan ngeliat ngebrowse kemana-mana
>
> > 3. takut kalau ada apa-apa, jadi ga berani utik-utik
> > 4. udah tua (lanjut usia maksudnya ^^; ) atau masi kecil
> > 5. tidak butuh. :)
>
> User yg saya installin sudah berusia 40 tahun ke atas, belum pernah pakai
> komputer, pakai hanya buat Internet dan nulis surat simple.
>
> Sudah lebih dari 3 tahun nggak protest koq 8-)
>
> Kebetulan di ruangan saya baru pulang, temen yg abis install XTerminal
> (semacam LTSP) buat gerejanya, usernya pakai OpenOffice, browser Internet.
>
> Jadi bisa aja koq, yg penting untuk apa dan tujuan apa tahu dulu.
>
> IMW

Hoooiiii ... pada mau menangnya sendiri nih diskusinya.
Coba lah, saling menghormati teman bicara. Jangan menyamakan kasus yang
notabene-nya tak akan pernah sama.

Pada kasusnya pak IMW, rasanya installer -nya cukup bijak, dan tahu kebutuhan.
Jadi, solusi yang ditawarkan ya sudah pas, sesuai spesifikasi yang diminta.
Sedangkan, maaf loh nih pak IMW, di Endonesa ini, semua masih serba bajak
membajak, ... euforia linux untuk komunitas ini cukup kental sekali. 
Kemudian, semangatnya, kalau ada versi yang lebih baru ... install ... dst.
Wah ... kalau untuk sendiri sih silahkan saja ... selamat kuat beli 
perlengkapan. Kalau untuk diperusahaan seperti saya ini ... perlu pendekatan
psikologi dan sosial yang memadai untuk memperkenalkan yang baru, apa
lagi pada orang yang kurang pengetahuan tentang, misalnya LINUX, dibandingkan
M$ yang sudak 'kelewat' user-friendly (katanya siihh).

Ok ... tak perlu dilanjutkan lagi. 
Kawan yang tanya saja sudah cukup puas dengan jawabannya, bukan?

salam
++ pit ++


-- 
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

Kirim email ke