On Fri, 2002-11-01 at 10:20, depit wrote:
> dari Prianggada I Tanaya :
[ cut ...]

> 
> >Kalau untuk diperusahaan seperti saya ini ... perlu pendekatan
> >psikologi dan sosial yang memadai untuk memperkenalkan yang baru, apa
> >lagi pada orang yang kurang pengetahuan tentang, misalnya LINUX, dibandingkan
> >M$ yang sudak 'kelewat' user-friendly (katanya siihh).
> 
> ya benar... ini yg mungkin rada sulit kalo gak ada tekanan dari "atas" :))
> mudah2an banyak diantara member milis sini yg kelak jadi orang2 "atas" yg 
> bisa menerapkan penggunaan linux untuk kaum "bawah" nya.

Pak ...
Mungkin saya terlalu semangat cerita barangkali ya.;p
Kebetulan saya ada di tatanan 'atas' itu, secara inkremental ... per
orang, 1-2 bulan. Jadi setiap 2 bulan sekali, bertambah guru yang
mau mengajarkan bagaimana menggunakan LINUX ...


> kondisi lainnya yg mungkin agak mengganggu, dari para reseller yg "males" 
> (kalo bukan mempersulit) memberikan support apabila PC dari mereka diganti 
> bukan dgn OS yg diberikan (windows). apalagi untuk hardware2 sekarang yg 
> sebelnya suka ditempeli "design for windows". dan lebih sebel lagi, gak ada 
> pemotongan biaya, jadi harga pc branded, itu sudah termasuk harga windows 
> dan license nya yang pasti gak murah.
> ujung2nya, departemen IT harus ngegaji expert linux, atau nyekolahin linux 
> pegawenya untuk internal support, thus biaya lagi :))

betul sekali, secara TCO - Total Cost of Ownership, LINUX sangat
kompetitive, dilain fihak, itu pula yang saya sampaikan; "susah".
Disamping hal-hal lain yang bersifat teknis lebih baik.

> 
> harapan saya, ada produsen PC yg memberikan bundle Linux OS dan Linux 
> Office untuk produk mereka, sehingga harga bisa ditekan lebih murah, dan 
> pasti bakal dilirik oleh user2 corporate.
> 
> ps:
> saya ujicoba install openoffice (windows) ditiap2 workstation kantor, dan 
> membujuk mereka untuk menggunakannya.
> untuk penggunaan rata2, hampir tidak ada masalah. masalahnya adalah hal2 
> sepele, misalnya kadang ada user yang lupa dan mengirim native format dari 
> Ooffice yg akhirnya gak bisa dibuka oleh rekannya yg menggunakan MSOffice, 
> dan beberapa khasus dimana file excell bisa membikin crash openoffice. 
> untuk printing document, sama sekali tidak ada masalah, sisanya sih karena 
> masalah kebiasaan penggunaan aja, yg mana juga bisa diatasi kalo sudah 
> terbiasa.
> bagaimana kalau rekan2 disini melakukan hal yg sama pada kantornya? 
> hasilnya bisa kita diskusikan, karena kalo windows+openoffice sudah sukses, 
> gak masalah untuk naek ke "level yg lebih tinggi", yaitu Linux + openoffice :))
> 

Ya, seperti itu pula terjadi disini. Bedanya, saya tak memfasilitask
windows+openoffice. 

> ok, ini sudah terlalu Off topic untuk linux-setup, mudah2an yg laen gak 
> ngambek hehehe
> 
Saya rasa, kalau sebagai pengalaman yang perlu di 'share' mengapa musti
ngambek. Kalau tak mau baca, ya dihapus saja. Kalau sudah disuruh
berhenti sama Oom moderator, ya berhenti ... :-))

++ pit ++



-- 
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

Kirim email ke